Gelontorkan Dana Rp362 T, Mega Proyek di Meksiko Ini Babat Hutan Hujan Tropis Terbesar di Dunia

inNalar.com – Meksiko terletak di Amerika Utara dan masuk dalam salah satu negara terpadat di dunia.

Meksiko telah membangun mega proyek yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisatanya.

Mega proyek ambisius itu bernama Trend Maya yang dibangun di wilayah hutan hujan tropis terbesar setelah Amazon.

Baca Juga: 38 Miliar Dolar Amerika Serikat Terpakai Demi Penuhi Ambisi Arab Saudi Menjadi Pusat Industri Gaming Dunia

Hutan seluas 13,3 juta hektar ini membentang melintasi Belize, Guatemala Laut Utara, dan melalui Semenanjung Yucatan.

Semenanjung Yucatan merupakan wilayah destinasi pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan setiap tahunnya.

Pada wilayah ini terdapat pantai hingga situs bangunan kuno yang berasal dari peradaban suku Maya.

Baca Juga: Gandeng China! Smelter Nikel di Sulawesi Tengah Ini Akan Hasilkan 60.000 Ton per Tahun

Karena Semenanjung Yucatan sebagian besar wilayahnya berupa hutan lebat untuk menuju ke lokasi wisata itu membutuhkan waktu beberapa jam.

Misalnya untuk menuju lokasi Piramida Chichen Itza, dibutuhkan waktu 3 jam Jika berangkat dari Kota Cancun dan hanya bisa menggunakan bus saja.

Tidak hanya itu, lokasi wisata lainnya berada di area yang sangat terpencil dan untuk mengatasinya pemerintah Meksiko membuat proyek yang bernama Trend Maya.

Baca Juga: Asyik, Infrastruktur Kabupaten Jepara Makin Maju! Perbaikan 124 Ruas Jalan Hingga Pembangunan Jembatan Hampir Tuntas

Tren Maya merupakan sebuah proyek kereta api yang akan menghubungkan kota-kota utama dan wilayah pariwisata Desa Semenanjung Yucatan.

Rute proyek itu akan menembus hutan lebat sepanjang 1554 km.

Rute dari proyek Trend Maya berawal dari Tanjung lalu menuju ke berbagai lokasi pariwisata di Semenanjung Yucatan.

Jalur tersebut akan melewati 29 stasiun, 21 pemberhentian, dan terdapat 42 kereta api yang mampu menampung hingga 40,000 orang setiap harinya.

Proyek ini diluncurkan pemerintah Meksiko pada tahun 2018 sebagai bagian dari rencana pembangunan nasional tahun 2019 sampai 2024.

Pekerjaan konstruksinya dimulai pada tahun 2020 dan terdiri dari 7 bagian yang terpisah.

Bagian pertama dijadwalkan beroperasi pada Desember 2023.

Menurut pemerintah dengan adanya Tren Maya diperkirakan akan dapat mengentaskan kemiskinan di wilayah yukatan hingga 15%.

Setidaknya proyek ini menciptakan 4500 lapangan pekerjaan secara langsung dan 7500 pekerjaan secara tidak langsung.

Pengerjaan Tren Maya ini tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini dikarenakan lokasinya di daerah yang terpencil berada ditengah hutan lebat serta kondisi cuaca yang panas.

Pada awalnya Tren Maya diperkirakan membutuhkan biaya sebesar 7 miliar US dollar atau sekitar Rp101 triliun rupiah.

Namun, biaya tersebut membengkak hingga 25 ML US Dollar atau sekitar Rp362 triliun saat proyek selesai nantinya.

Kemudian untuk kereta apinya akan menggunakan extrapolis yaitu kereta listrik buatan Alstom yang dilengkapi dengan teknologi tinggi.

Kereta Trend Maya akan memiliki tiga jenis dengan fasilitas yang berbeda dan dirancang memiliki kecepatan maksimum hingga 176 km per jam.

Sebanyak 44% rute Tred Maya akan dialiri listrik dari dua pembangkit listrik yang masih dalam tahap pembangunan.

Selain untuk kebutuhan listrik jalur kereta api Trend Maya juga akan menyediakan kebutuhan listrik untuk penduduk di seluruh wilayah Yucatan.

Walaupun pembangunan jalur kereta ini membawa dampak positif bagi Meksiko.

Dalam sebuah survei yang dilakukan hampir 50% masyarakat setempat tidak setuju dengan proyek Trend Maya ini.

Hal ini dikarenakan dalam konstruksinya jalur kereta api akan melintasi area yang terdapat ribuan situs kuno.

Namun, menurut pemerintah setempat Tren Maya tidak akan menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan.

Hal itu dikarenakan jalur kereta dikerjakan pada rute yang sudah ada sebelumnya.

Nantinya juga akan dibangun jalur underpass dan overpass yang bertujuan agar satwa liar dapat melewati jalur itu dengan aman ketika berpindah tempat.

Lalu agar pembangunan ini dapat terus berjalan serta tidak mengalami penundaan hukum yang mungkin timbul, pemerintah Meksiko pada Desember 2022 menyatakan bahwa Tren Maya sebagai proyek keamanan nasional.

Dengan adanya status tersebut pemerintah akan terus melanjutkan pebangunan itu untuk mengejar jadwal pengoperasian kereta api. *** (Ummi Hasanah)

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]