Gelontorkan Dana 700 Miliar, Proyek Bandara di Sulawesi Selatan Ini Malah Terkendala Pembebasan Lahan

inNalar.com – Diketahui bahwa bandara di Sulawesi Selatan ini melakukan penngembangan area sehingga membutuhkan lahan yang sanagt luas.

Untuk keberhasilan proyek yang dilakukan untuk pengembangan area bandara tentunya menggunakan budget yang tidak sedikit.

Sebenarnya lahan yang digunakan untuk pengembangan area bandara tersebut seharusnya membeli lahan terlebih dahulu.

 Baca Juga: Jangan Tolak Makanan yang Disuguhkan! Mitos Mengerikan di Kalimantan Selatan Ini Undang Bahaya Jika Dilanggar

Begitu juga yang dilakukan oleh bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang melakukan pembangunan proyek untuk pengembangan area tersebut.

Sehingga harus membeli lahan dari masyarakat yang memiliki lahan di samping Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Awalnya terdapat permasalahan yang dihadapi oleh oleh pihak bandara mengenai pembebasan lahan yang dilakukan untuk kelancaran proyek pada tahap dua.

 Baca Juga: Biayanya Rp 165 Triliun! Riau Siap Bangun Jembatan Termahal Sekaligus Terpanjang di Dunia?

Diketahui bahwa bandara ini memiliki luas tanah hingga mencapai 80 hektar, untuk pengembangan area di bandara tersebut membutuhkan tambahan lahan hingga mencapai 100 hektar pada tahap 2.

Pada tahun 2016 pihak Bandara Sultan Hasanuddin Makassar hanya memperoleh pembebasan lahan dengan luas 67 hektar. 

Permasalahan pembebasan lahan merupakan bukan suatu masalah yang besar dan sekarang sudah terselesaikan.

 Baca Juga: Tidak Hanya Candi, Perahu Kuno Berusia 700 Tahun Berhasil Ditemukan di Jambi, Penasaran Dimana?

Permasalahan tersebut bermula ketika terdapat dua saudara yang masing-masing ingin menjual lahannya, jadi hal tersebut bukanlah masalah yang besar.

Pengembangan area bandara di Sulawesi Selatan ini dimulai pada tahun 2017 dan akan selesai pada tahun 2024 nantinya. 

Permasalahn yang dihadapi Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang berada di Sulawesi Selatan tidak hanya perluasan lahan saja tetapi juga terdapat kendala dalam proyek pengembangan area bandara.

Seperti adanya keterlambatan atau lelet dalam pengerjaan proyek pengembangan area bandara tersebut.

Karena bandara yang terletak di Makassar tersebut merupakan bandara yang sangat megah di Sulawesi Selatan bahkan menjadi pusat tetapi ketika terdapat kendala proyek pembangunan maka hal tersebut juga akan mengganggu masyarakat luas.

Jika pembangunan proyek di bandara yang terletak di Makassar tersebut rampung maka akan berdampak baik terhadap pertumbuhan perekonomian Sulawesi Selatan.***

Rekomendasi