

inNalar.com – Bendungan adalah salah satu proyek yang terus dikebut pembangunannya oleh pemerintah. Tidak terkecuali Bendungan Cibeet.
Kementerian PUPR tengah merampungkan pembangunan Bendungan Cibeet yang ada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bendungan ini dibangun berawal dari persoalan di sekitar wilayah bantaran Sungai Citarum yang sering kali terjadi banjir.
Dengan pembangunan bendungan tersebut diharapkan dapat mereduksi banjir hingga 66 persen.
Melansir dari Antara, proyek jumbo ini nantinya akan membebaskan lahan seluar 1.700,26 hektare yang ada di dua kecamatan sekaligus.
Tidak lain yakni Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Cariu. Tidak heran jika proyek besar ini bakal menggusur sebanyak 5.697 KK di berbagai desa sekitarnya.
Mulai dari Desa Antajaya dan Desa Tanjungrasa di Kecamatan Tanjungsari hingga Desa Cariu, Desa Bantarkuning, Desa Karyamekar, Desa Cikutamahi, Desa Cibatutiga, dan Desa Mekarwangi di Kecamatan Cariu.
Bendungan yang telah dibangun nantinya diharapkan dapat memberi manfaat untuk saluran irigasi.
Pembangunannya juga tercatat sebagai salah satu Program Strategis Nasional atau PSN di tanah air.
Masyarakat setempat sendiri telah mendapatkan sosialisasi dengan baik terkait pembangunan proyek tersebut.
Adapun satu-satunya cara dalam hal ini adalah dengan melakukan relokasi.
Tepatnya dengan memindahkan para warga kemudian menempatkan mereka ke lokasi yang jauh lebih aman.
Sedangkan untuk anggaran pembangunan yang dihabiskan diperkirakan mencapai angka Rp5,2 triliun.
Apabila pembangunan proyek ini telah selesai, maka diharapkan bencana banjir yang ada di bantaran hilir Sungai Citarum dapat direduksi dengan baik.
Aliran airnya juga akan dimanfaatkan untuk mengirigasi area lahan eksisting yakni seluas 1.037 hektar.
Bendungan ini juga dapat dipakai untuk menyuplai air baku dengan kapasitas hingga 3,77 meter kubik per detik.
Selain itu, berpotensi pula sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA sebesar 0,25 MegaWatt (MW).
Adapun perkiraan rampung pembangunannya antara 2027 sampai dengan 2028.
Sementara untuk pembangunannya dilakukan lewat tiga tahap memakai kontraktor yang berbeda-beda.***