

inNalar.com – Kasus pembulian tidak ada henti-hentinya berhenti di kalangan pelajar. Tak hanya membuat resah, anak-anak yang melakukan pembullyan harus diberikan sanksi dan peneguran yang tegas.
Kasus pembullyan tidak bisa diduga akan terjadi dimana saja. Motif melakukan pembullyan pun beragam-ragam dan alasan mereka melakukan itu tidak dapat dibenarkan.
Bikin gegar, video dari akun instagram @adre_lelanang mengunggah anak SMP yang sedang dibully oleh teman sebayanya.
Baca Juga: Selangkah Lagi! Manchester United Segera Mengumumkan Perekrutan Axel Disasi dari Klub AS Monaco
Laki-laki berseragam putih biru dengan kondisi tubuh yang kotor dan tangan terikat itu tampak tidak memberontak.
Dia hanya menerima saja perlakuan buruk dari temannya. Korban diserang oleh 4 orang teman (laki-laki) yang seusianya.
Hal ini membuat sang pengunggah video menghampiri korban, “Saya sudah lihat jauh dari sana. Siapa yang melakukan ini? Teman kamu?” tanyanya dengan intonasi yang marah.
Baca Juga: Terbaru Lionel Messi, 5 Pemain Besar Yang Pernah Di Datangkan Inter Miami
“kenapa kamu diam? ini air got, ya? Jawab!” tanyanya menyudutkan si korban. Korban hanya diam tidka menjawab dengan kondisi tangan masih terikat.
Konten video ini membuat netizen ramai berkomentar dengan persepsi yang berbeda-beda.
“Malah yang bully yang diomelin”
“Gak bisa dibiarin ini mah, pelaku harus di tindak dari usia tsb biar tidak ada korban lagi”
Baca Juga: Barcelona Kirim Pesan ke Lionel Messi Usai Menolak Tawaran untuk Kembali ke Camp Nou
“Jangan dibiarkan pembullynya”
“Udah tau di bully, kenapa hanya dilihat saja?”
“Ya dilepas buk ikatannya, jangan dimarahi”
dan banyak komentar lainnya.
Dari gagasan komentar netizen banyak yang membenarkan perlakuan si pengunggah video yang baik, akan tetapi banyak juga yang mengkritik perlakuan si pengunggah video.
Jika dilihat dari video, si pengunggah akun @andre_lelanang ini tidak berusaha untuk membantu sang korban, padahal korban dalam kondisi masih terikat dan badan yang kotor.
Sebaliknya, ibu ini malah menyuduti dan menghujam korban dengan beberapa pertanyaan dan hanya menunjukan wajah pembully secara sekilas.
Sikap ibu ini dinilai seperti memarahi korban akan sikapnya yang hanya diam tak berkutik, padahal di sini anak laki-laki itu adalah korban bully-nya.
“Ibu negurnya bisa santai aja, gak? namanya dia sendiri, sudah takut sering di bully mungkin. Seharusnya yang pantas ditegur adalah yang bully, ibu” tukar salah satu komentar teratas di video tersebut.
Bagaimana menurutmu?
***(Amalia Dwi)