Gegara Sebut Orba Lebih Demokratis, Hotman Paris ke Koordinator BEM SI: Mahasiswa Perlu Belajar dari Senior


inNalar.com
– Nama Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Kaharddin kembali memembetot perhatian warganet di Twitter.

Hal itu terjadi setelah Kaharuddin menyebut bahwa zaman orde baru (orba) lebih demokratis ketimbang kepemimpinan Joko Widodo.

Menurutnya, demo yang dilakukan Aliansi BEM SI pada 11 April 2022, bertujuan untuk mengembalikan nilai-nilai demokrasi yang perlahan pudar, serta menagih janji kampanye Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: 30 LINK Twibbon Hari Paskah 2022 pada Minggu 17 April, Desain Unyu dan Cocok Dibagikan ke Orang Tersayang

“Bagaimana hari ini tentang kesejahteraan, contoh misalkan di orde lama kita peroleh yang namanya kebebasan tapi kesejahteraan tidak. Orde baru kita peroleh kebebasan, kesejahteraan kita punya,” kata Koordinator BEM SI, Kaharuddin dalam acara Hot Room.

“Hari ini (kepemimpinan Jokowi) yang ingin kita pertanyakan, apakah kita peroleh kesejahteraan? Apakah kita peroleh kebebasan,” imbuhnya.

Koordinator BEM SI itu kembali menegaskan bahwa saat ini kebebasan belum terwujud sepenuhnya. Dan Hotman Paris pun kembali menegaskan bahwa aksi Mahasiswa kemarin adalah menuntu kebebasan dan kesejahteraan.

Baca Juga: Mengenal Rangkayo Rahmah El-Yunusiyah, Sosok Kartini Perguruan Islam dari Sumatera Barat

Menanggapi pendapat Kaharuddin itu, anggota Komisi XI DPR RI, Masinton Pasaribu menyangkal bahwa orde baru justru berbanding terbalik dengan apa yang dipaparkan.

“Itu saya rasa tolong diralat, orde baru itu tidak ada kebebasan, kesejahteraanya semu. Maksud saya, teman-teman mahasiswa juga harus objektif. Karena kebebasan tidak ada dalam masa orde baru, makanya lah kami dan teman-teman tahun 97-98 menentang itu memperjuangkan adanya demokrasi,” ujar Masinton Pasaribu.

Setelah itu, Hotman Paris pun meminta agar para mahasiswa kembali belajar dari para seniornya, yakni mahasiswa 98.

Baca Juga: Daftar Tarif Jalan Tol Trans Sumatera atau JTSS, Catat Nominalnya untuk Persiapan Mudik Lebaran 2022

“Jadi kayaknya para mahasiswa perlu belajar ini dari yang senior (mahasiswa 98),” kata Hotman Paris.

Sebagai informasi, para mahasiswa sempat melakukan demonstrasi pada 11 April 2022 di gedung parlemen DPR MPR.

Aksi yang tergabung dalam Aliansi BEM SI itu melibatkan mahasiswa dari seluruh Indonesia dan sekitaran Jabodetabek.

Dalam aksinya, para mahasiswa menyuarakan enam tuntutan untuk Presiden Joko Widodo, simak berikut 6 tuntutan demo 11 April:

1. Mahasiswa menuntut Presiden Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pertanyaan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode, karena hal itu jelas melanggar konstitusi.

Baca Juga: 20 Link Twibbon Idul Fitri 2022, Siap Menyambut Lebaran dengan Hati yang Suci

2. Para mahasiswa mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasalnya yang bermasalah, serta dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi dan kebencanaan.

3. Mahasiswa juga menyinggung soal bahan pokok dan kelangkaan minyak goreng dan Presiden Jokowi harus segera menstabilkan harga serta ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

4. Presiden Jokowi dituntut untuk mengusut tuntas mafia minyak goreng serta mengevaluasi kinerja menterinya.

5. Aliansi BEM SI juga menuntut penyelesaian konflik Agraria.

Baca Juga: Zakat Diberikan kepada Siapa Saja? Yuk Intip 4 Golongan yang Tidak Berhak Menerima Zakat di Sini

6. Mahasiswa meminta gara Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji saat kampanye di sisa masa jabatannya.***

 

Rekomendasi