

inNalar.com – Kabar baik datang dari Kabupaten Nduga, yang terletak di Lembah Baliem, di jantung Pegunungan Jayawijaya.
Daerah yang bisa diakses 2 jam dari Wamena ini bersiap menyambut pemekaran wilayah yang akan melahirkan dua daerah otonom baru.
Proses ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan dan mempermudah akses pelayanan publik bagi masyarakat yang mendiami daerah lembah Pegunungan Jayawijaya ini.
Pemekaran wilayah menjadi langkah strategis untuk memperbaiki kualitas hidup warga di salah satu daerah yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur.
Kabupaten Nduga resmi berdiri pada 4 Januari 2008, melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2008.
Sebelum pemekaran, wilayah ini merupakan bagian dari Kabupaten Jayawijaya.
Baca Juga: Perusahaan Tambang Batu Bara Terbesar di Indonesia Terlilit Utang US$350 Juta
Saat ini, ibu kota Kabupaten Nduga berada di Kenyam, dengan wilayah yang mencakup sebagian besar area Pegunungan Jayawijaya yang sulit dijangkau.
Namun, meski sudah lebih dari satu dekade berdiri, infrastruktur dan fasilitas pemerintahan di Nduga masih belum sepenuhnya berkembang sehingga perlu dilakukan pemekaran wilayah.
Hal ini dikemukakan oleh Kapendam 17 Cenderawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi, yang menyebut bahwa gedung pemerintahan dan fasilitas publik di Kabupaten Nduga masih banyak yang belum terbangun.
Untuk menjawab tantangan ini, pemekaran wilayah menjadi salah satu solusi yang diusulkan.
Ada tiga wilayah yang diusulkan menjadi daerah otonom baru, tetapi dua di antaranya yang paling memungkinkan untuk segera terbentuk adalah Kabupaten Nduga Barat dan Kabupaten Nduga Timur.
1. Kabupaten Nduga Barat
Kabupaten Nduga Barat diproyeksikan menjadi salah satu daerah otonom baru yang akan memisahkan diri dari wilayah kabupaten sebelumnya.
Baca Juga: Kabar Baik! 3 Daerah Otonom Baru Kabupaten Pegunungan Bintang Diupayakan Ketuk Palu Tahun Ini
Wilayah ini akan terdiri dari 6 distrik, yakni Nenggeagin, Geselma, Mebarok, Yenggelo, Kilmid, dan Alama.
Distrik Yenggelo akan menjadi ibu kota kabupaten, dan pemekaran ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan pemerataan pembangunan di wilayah yang masih sulit dijangkau.
Dengan luas wilayah sekitar 5.329 km persegi dan populasi sekitar 19 ribu jiwa, Kabupaten Nduga Barat akan menjadi daerah otonom baru yang fokus pada pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas publik yang lebih memadai.
Baca Juga: Berkonsep Smart Building, Wali Kota Medan Siap Tunjukkan Bangunan dengan Teknologi Canggih!
Selain itu, daerah ini juga diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik kepada masyarakat.
2. Kabupaten Nduga Timur
Sementara itu, Kabupaten Nduga Timur juga tengah dipersiapkan sebagai daerah otonom baru.
Wilayah ini akan mencakup 7 distrik, yakni Wosak, Pija, Moba, Kora, Gearek, Wusi, dan Pasir Putih. Distrik Moba akan menjadi ibu kota kabupaten ini.
Dengan luas wilayah mencapai 2.179 km persegi dan populasi sekitar 16 ribu jiwa, Kabupaten Nduga Timur diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi masyarakatnya.
Sama halnya dengan Nduga Barat, pemekaran ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan membuka akses layanan yang selama ini sulit dijangkau oleh masyarakat di pedalaman Papua Pegunungan.
Wilayah Nduga yang dikelilingi oleh Pegunungan Jayawijaya dikenal memiliki medan yang sangat sulit, sehingga pemekaran dianggap menjadi langkah tepat untuk mempermudah distribusi pembangunan.***

inNalar.com – Kabar baik datang dari Kabupaten Nduga, yang terletak di Lembah Baliem, di jantung Pegunungan Jayawijaya.
Daerah yang bisa diakses 2 jam dari Wamena ini bersiap menyambut pemekaran wilayah yang akan melahirkan dua daerah otonom baru.
Proses ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan dan mempermudah akses pelayanan publik bagi masyarakat yang mendiami daerah lembah Pegunungan Jayawijaya ini.
Pemekaran wilayah menjadi langkah strategis untuk memperbaiki kualitas hidup warga di salah satu daerah yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur.
Kabupaten Nduga resmi berdiri pada 4 Januari 2008, melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2008.
Sebelum pemekaran, wilayah ini merupakan bagian dari Kabupaten Jayawijaya.
Baca Juga: Perusahaan Tambang Batu Bara Terbesar di Indonesia Terlilit Utang US$350 Juta
Saat ini, ibu kota Kabupaten Nduga berada di Kenyam, dengan wilayah yang mencakup sebagian besar area Pegunungan Jayawijaya yang sulit dijangkau.
Namun, meski sudah lebih dari satu dekade berdiri, infrastruktur dan fasilitas pemerintahan di Nduga masih belum sepenuhnya berkembang sehingga perlu dilakukan pemekaran wilayah.
Hal ini dikemukakan oleh Kapendam 17 Cenderawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi, yang menyebut bahwa gedung pemerintahan dan fasilitas publik di Kabupaten Nduga masih banyak yang belum terbangun.
Untuk menjawab tantangan ini, pemekaran wilayah menjadi salah satu solusi yang diusulkan.
Ada tiga wilayah yang diusulkan menjadi daerah otonom baru, tetapi dua di antaranya yang paling memungkinkan untuk segera terbentuk adalah Kabupaten Nduga Barat dan Kabupaten Nduga Timur.
1. Kabupaten Nduga Barat
Kabupaten Nduga Barat diproyeksikan menjadi salah satu daerah otonom baru yang akan memisahkan diri dari wilayah kabupaten sebelumnya.
Baca Juga: Kabar Baik! 3 Daerah Otonom Baru Kabupaten Pegunungan Bintang Diupayakan Ketuk Palu Tahun Ini
Wilayah ini akan terdiri dari 6 distrik, yakni Nenggeagin, Geselma, Mebarok, Yenggelo, Kilmid, dan Alama.
Distrik Yenggelo akan menjadi ibu kota kabupaten, dan pemekaran ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan pemerataan pembangunan di wilayah yang masih sulit dijangkau.
Dengan luas wilayah sekitar 5.329 km persegi dan populasi sekitar 19 ribu jiwa, Kabupaten Nduga Barat akan menjadi daerah otonom baru yang fokus pada pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas publik yang lebih memadai.
Baca Juga: Berkonsep Smart Building, Wali Kota Medan Siap Tunjukkan Bangunan dengan Teknologi Canggih!
Selain itu, daerah ini juga diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik kepada masyarakat.
2. Kabupaten Nduga Timur
Sementara itu, Kabupaten Nduga Timur juga tengah dipersiapkan sebagai daerah otonom baru.
Wilayah ini akan mencakup 7 distrik, yakni Wosak, Pija, Moba, Kora, Gearek, Wusi, dan Pasir Putih. Distrik Moba akan menjadi ibu kota kabupaten ini.
Dengan luas wilayah mencapai 2.179 km persegi dan populasi sekitar 16 ribu jiwa, Kabupaten Nduga Timur diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi masyarakatnya.
Sama halnya dengan Nduga Barat, pemekaran ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan membuka akses layanan yang selama ini sulit dijangkau oleh masyarakat di pedalaman Papua Pegunungan.
Wilayah Nduga yang dikelilingi oleh Pegunungan Jayawijaya dikenal memiliki medan yang sangat sulit, sehingga pemekaran dianggap menjadi langkah tepat untuk mempermudah distribusi pembangunan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi