Gegara Gengsi, Brazil Rugi Usai Stadion Arena Da Amazonia Digunakan Piala Dunia 2014: Lokasinya Bikin Geleng!

  inNalar.com – Stadion Arena Da Amazonia, yang terletak di kota Manaus yang persis berada pada jantung hutan hujan Amazon, Brazil.

Arena Da Amazonia menjadi simbol ambisi dan kontroversi dalam sejarah pembangunan infrastruktur olahraga di negara ini.

Dengan diresmikan untuk menyambut Piala Dunia 2014, stadion ini dirancang dengan harapan besar untuk menjadi kebanggaan nasional Brazil.

Baca Juga: Indonesia Rebut Pasar Perdagangan Udara, Inilah 5 Pesawat Rakitan Anak Bangsa yang Gemparkan Mancanegara

Kenyataannya justru menunjukkan bahwa proyek ambisius ini bisa dikatakan gagal dan lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat.

Pembangunan fasilitas olahraga skala besar ini dimulai dengan semangat optimisme yang sangat tinggi.

Pihak pemerintah Brazil ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka mampu menyelenggarakan acara internasional di lokasi yang tidak biasa.

Baca Juga: Kini Jadi Ladang Cuan RI Rp1,7 Triliun, Ternyata Danau Toba Dulunya Hampir Bikin Manusia Alami Kepunahan

Sehingga menunjuk kota Manaus yang berada di tengah hutan terbesar di dunia yaitu Amazon sebagai lokasi pembangunan sebuah stadion.

Keputusan untuk memilih Manaus sebagai lokasi pembangunan sarana ini bukan hanya didorong oleh kebutuhan infrastruktur semata saja.

Melainkan juga oleh keinginan petinggi negara untuk memperkuat citra Brazil sebagai negara yang modern dan berkemampuan tinggi.

Baca Juga: China Kuras Ikan di Laut! Kapal Bobot 100.000 Ton Ini Jadi Proyek Perikanan Cerdas

Yang padahal tidak terlalu penting karena pada faktanya pihak FIFA hanya memberi syarat 8 stadion saja sebagai standar penyelenggaraan Piala Dunia 2014.

Tapi pihak pemerintah negara kelahiran Ronaldinho ini malah memilih untuk membuat 12 fasilitas olahraga untuk event besar sepak bola ini.

Bahkan dipenggunaannya ketika Piala Dunia, Arena Da Amazonia ini hanya dipakai sebanyak 4 pertandingan saja.

Baca Juga: Jalur Berbahaya Tapi Ngangenin? Ini Dia Tikungan Kereta Api Paling Ekstrem Sekaligus Terindah di Jawa Barat

Yang di mana biaya pembangunan fasilitas ini mencapai angka sekitar 300 juta Dollar Amerika Serikat, dan sebagian besar berasal dari dana publik.

Angka fantastis ini menimbulkan banyak sekali kritik karena dianggap tidak sebanding dengan manfaat yang diharapkan.

Masyarakat mulai mempertanyakan apakah uang tersebut seharusnya dialokasikan untuk proyek yang lebih mendesak, seperti pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga: Libatkan Jepang, Investasi Terbaru PLTU di Jawa Tengah Rp56,7 Triliun Ini Digadang Mampu Kurangi Polusi

Hal ini didasari oleh keadaan kota Manaus sendiri yang tergolong cukup sulit dan kurang dalam segi infrastruktur dan sarana publik.

Bahkan pada pasca Piala Dunia 2014, fasilitas yang dirancang untuk menampung ribuan penonton ini tidak dapat beroperasional dengan baik dan optimal.

Kurangnya acara besar dan tim lokal yang mampu mengisi jadwal pertandingan menyebabkan tempat ini malah menjadi beban finansial bagi pemerintah daerah.

Tercatat setelah Piala Dunia 2014 fasilitas ini hanya beberapa kali dalam setahun ini digunakan untuk acara olahraga atau konser.

Sehingga biaya pemeliharaan tempat ini sangat jauh lebih tinggi dibanding pendapatannya yang sangat minim, sehingga diperlukan dana tambahan dari pemerintah.

Bagi warga Manaus sendiri, Arena Da Amazonia sering kali dipandang sebagai simbol pemborosan uang publik.

Banyak dari masyarakat merasa sangat kecewa karena proyek ini kini tidak memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal.

Mereka melihat bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan malah dialokasikan ke hal yang tidak berguna.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]