

inNalar.com – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tengah menyelesaikan pembangunan tambang baru yang terletak di di Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.
Tambang tersebut nantinya akan berasa dalam pengelolaan anak usaha PSAB yakni PT Arafura Surya Alam (ASA).
Rencananya, tambang tersebut mulai beroperasi pada akhir 2024 mendatang.
Dengan keberadaaan tambang baru ini, pihak PSAB optimis bahwa kinerja produksi dan penjualannya pada 2025 akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Kini progres tambang baru tersebut telah mencapai lebih dari 30 persen.
Dari tambang baru itu, PSAB memproyeksikan bisa memproduksi hingga 50.000 ounces emas per tahun.
Bersamaan dengan itu, PSAB juga menargetkan produksi dari Bakan bisa stabil di atas 80.000 ounces.
Diketahui bahwa hingga triwulan III tahun 2023, perusahaan ini telah memproduksi emas sebanyak 50.151 ounces dengan tingkat penjualan sebesar 49.198 ounces.
Berambisi melalui pembangunan tambang barunya, diketahui jumlah aset PT J Resources Asia Pasifik Tbk meroket.
Bersumber dari laporan keuangan resminya di IDX, pada triwulan III 2023 jumlah aset lancarnya mencapai 117 juta USD atau setara Rp1,8 triliun.
Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya pada periode yang sama yakni 102 juta USD atau setara Rp1,5 triliun.
Sementara itu, jumlah aset tidak lancar korporasi ini mencapai 751 juta USD atau setara Rp11,6 triliun.
Angka tersebut naik dari tahun 2022 pada periode yang sama yakni 705 juta USD atau setara Rp10 triliun.
Jadi secara keseluruhan, jumlah Aset PSAB pada triwulan III tahun 2023 mencapai 869 juta USD atau setara Rp13,5 triliun. ***