Ganti Rugi Lahan hingga 6 Triliun? Jalan Tol Ini Disebut Akan Jadi Segitiga Emas di Jawa Tengah

InNalar.com – Selama melakukan pembangunan jalan tol, tentu satu langkah yang harus dilakukan adalah melakukan ganti rugi lahan pada warga sekitar.

Mungkin orang-orang sudah tahu jika biaya dari pembangunan jalan tol sendiri tidaklah murah.

Begitu pula dengan penggantian lahan yang harus dilakukan saat membangun jalan tol di Solo-Yogyakarta.

Baca Juga: Habiskan Anggaran Rp7 Miliar, Kalimantan Barat Lakukan Renovasi Taman Pendopo yang Memiliki Luas 3,8 Hektar

Karena salah satu biaya tertinggi dari membangun jalan tol adalah mengganti rugi pada warga, yang lahannya terkena wilayah pembangunan tol.

Dilansir Innalar.com dari djkn.kemenkeu.go.id, Suahasil Nazara, selaku Wakil Menteri Keuangan menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan melewati Lembaga Manajemen Aset Negara hingga 20 Agustus 2022, sudah menyalurkan dana sebesar Rp. 3,40 triliun guna melakukan pembebasan lahan pada Tol Solo-Yogyakarta.

Tidak hanya itu, Ia juga menerangkan jika proyek Tol Solo-Yogyakarta adalah proyek strategis nasional sekaligus jalan tol dengan realisasi terbesar pada tahun 2022.

Baca Juga: Bukan Kapal atau Perahu, Ternyata untuk Menyusuri Sungai Mahakam di Kaltim Gunakan Kendaraan Unik Ini

Meskipun begitu, besarnya anggaran yang dikeluarkan dalam pembangunan proyek strategis nasional itu juga sebanding dengan besarnya manfaat yang nantinya diterima masyarakat.

Adapun dana yang didapatkan dalam melakukan pembebasan lahan tersebut akan dibayarkan melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), melewati Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Diketahui hingga Agustus 2022, LMAN telah memberikan dana pada 104 proyek strategis nasional dengan nilai capai Rp. 97,36 triliun.

Baca Juga: 15 KM dari Serang, Vihara Tertua di Banten Ini Dibangun di Abad 16 oleh Sunan Gunung Jati

Dengan begitu, maka Sektor jalan tol merupakan sektor infrastruktur yang memiliki penyerapan pendanaan lahan tertinggi karena mencapai Rp. 82,97 triliun, atau total portofolio pendanaan tanah LMAN sebanyak 85,2%.

Saat melihat pembayaran dan pembangunan tersebut, hal itu merupakan suatu wujud dari komitmen Pemerintah pada kemakmuran serta kemajuan bangsa dan negara.

Karena Pembayaran ini semua berawal dari pajak rakyat dan kembali digunakan lagi untuk manfaat bagi rakyat.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, dana yang dikeluarkan hanya untuk melakukan penggantian lahan pada jalan tol Solo-Yogyakarta adalah Rp. 3,4 triliun.

Sedangkan jalan tol Solo-Yogyakarta sendiri akan membentang sepanjang 96,57 km.

Berdasarkan informasi dari jatengprov.go.id, terdapat 106 proyek strategis nasional dengan nilai APBN yang terealisasikan sebanyak Rp. 106,95 triliun.

Sedangkan Pembebasan tanah pada pembangunan Tol Solo-Yogyakarta sudah mencapai nilai sebesar Rp. 5,902 triliun.

Sebagai tambahan, Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional karena jalan bebas hambatan itu berada di dalam kawasan segitiga emas.

Dengan adanya proyek pembangunan tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, maka jalan bebas hambatan ini merupakan satu dari 5 proyek pembangunan jalan tol dengan ganti rugi termahal di Indonesia. ***

Rekomendasi