

inNalar.com – Pembangunan jembatan di Kalimantan Selatan rupanya membuka lembaran baru bagi Indonesia.
Pasalnya, pemerintah berhasil membangun jembatan dengan desain lengkung yang pertama kali ada di Indonesia.
Rekor jembatan lengkung di Kalimantan Selatan ini rupanya dibangun untuk pengganti jembatan yang sudah berusia 30 tahun.
Baca Juga: Telan Dana Rp 10,8 Triliun, Bandara Ini Akan Jadi Terbesar di Jawa Timur, Apakah Melebihi Juanda?
Dilansir inNalar.com dari laman pu.go.id, jembatan di Kalimantan Selatan tersebut bernama jembatan Sei Alalak.
Jembatan ini menjadi penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito, sekaligus menjadi ikon Kalimantan Selatan.
Pembangunan jembatan ini dilakukan menjadi pengganti dari jembatan lama Kayu Tangi 1 yang sudah berusia 30 tahun.
Sebelumnya, Jembatan Kayu Tangi 1 menjadi jalur utama untuk menuju berbagai wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah melalui Banjarmasin.
Rancangan bentang utama jembatan menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung.
Selain itu, pembangunan Jembatan Sei Alalak memiliki desain berbeda dari jembatan lengkung lainnya.
Baca Juga: Bukan Kalimantan, Inilah Provinsi dengan Kebakaran Hutan Terluas kerena El Nino di Indonesia
Bila biasanya jembatan cable stayed memiliki pilon lurus dan simetris, Sei Alalak di Kalimantan Selatan ini justru berdesain asimetris.
Keunikan Jembatan Sei Alalak yang memiliki pilon jembatan tunggal dan melengkung keluar diduga menjadi yang pertama di dunia.
Oleh karena itu, pemerintah bermaksud memasukkan jembatan ini ke dalam Museum Rekor Indonesia agar tercatat rekornya.
Pembangunannya sendiri menjadi tantangan karena dibangun di atas tanah khas Kalimantan Selatan yang bertekstur lunak atau gambut.
Selain itu, pemerintah memberikan pemantauan berupa sensor-sensor di bagian jembatan untuk melakukan pemeliharaan.
Sebagai penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito, jembatan ini memiliki total panjang 850 meter.
Lebarnya mencapai 20 meter, menjadikan Jembatan Sei Alalak dapat dilalui empat lajur dua arah kendaraan.
Untuk biaya pembangunan jembatan lengkung pertama di Indonesia tersebut diperkirakan mencapai Rp 278 miliar.
Dengan pondasi 75 meter dan diameter pancang 1,8 meter, Jembatan Sei Alalak siap menjadi ikon baru Kota Banjarmasin serta Kalimantan Selatan.***