

inNalar.com – Ganjar Pranowo dalam kunjungannya di Makassar menyempatkan diri berkunjung ke makam Pangeran Diponegoro, dirinya pun memberikan renungan bahwa dibalik keberanian Pahlawan Nasional itu di medan perang, keagungan namanya juga tercermin dari kebesaran jiwa turunan dari bangsawan keraton Jawa ini.
Gubernur Jawa Tengah itu menyampaikan juga bahwa walaupun sudah ditawari berkali-kali untuk pindah dari Makassar, Pangeran Diponegoro tetap tak mau pergi dari tempatnya diasingkan. Bahkan memberikan wasiat kepada anak cucunya untuk menguburkan dirinya tidak di tempat lain selain Tanah Daeng tersebut.
Ganjar Pranowo juga mengisahkan lebih dari itu, pesan Pahlawan Nasional tadi pun diikuti oleh seluruh keturunannya yang juga dimakamkan di tempat sama. Menjalani kehidupan selama 21 tahun setengah di Makassar akhirnya seluruh keluarga dari istri, anak, cucu, dan cicit dikuburkan pada satu komplek.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu menjelaskan begitulah Pangeran Diponegoro mewujudkan cinta dan ungkapan terima kasih bagi kota berjuluk Tanah Daeng, spirit yang sama jugalah harapannya bisa diambil dan menular ke semua warga masyarakat Indonesia agar dapat saling menghargai satu sama lain.
“Bagi Pangeran Diponegoro, Makassar bukan lagi sebagai tempat pengasingan tapi sudah menjadi rumah,” kata Ganjar Pranowo seperti dikutip inNalar.com dari akun Instagram @ganjar_pranowo pada Sabtu, 7 Mei 2022.
Gubernur Jawa Tengah itu disambut oleh juru kunci juga sekaligus keturunan ke 5 dari Pangeran Diponegoro yang mengucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktu dan kesempatan untuk ziarah atau kunjungan Ganjar Pranowo, harapannya akan membuka silaturahmi berkelanjutan nanti ke depannya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Jatuh Saat Bersepeda hingga Dirawat di Rumah Sakit, Begini Kondisinya
“Saya mengucapkan terima kasih, atas kedatangan beliau sudah meluangkan waktu dan kesempatannya, membuka silaturahmi, semoga beliau sehat selalu bersama keluarga semuanya berjalan sukses, lancar, insyallah semoga Tuhan menakdirkan saya bertemu lagi dengan beliau,” ujar Hamzah keturunan ke 5 dari Pangeran Diponegoro.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga mendapat doa agar diber kesehatan, kelancaran kegiatan, dan kesuksesan. Hamzah juga berharap bisa bertemu kembali suatu saat, tidak hanya pada kesempatan ziarah satu kali itu saja.
Ganjar Pranowo terdengar mengucapkan salam sebelum memasuki komlek Makam Pahlawan Nasional itu, mengambil air wudhu, dan menabur bunga di atas kubur Pangeran Diponegoro, dirinya juga bersyukur bisa berziarah ke komplek tersebut.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Emosional Temukan Tembok Palsu saat Tinjau Pambangunan SMA Tawangmangu Pertama
“Alhamdulillah bisa ziarah ke tempat makam Pangeran Diponergoro, Pak Hamzah ini generasi kelima ya dari cucu Pangeran Diponegoro, wareng, jadi beliau Pak Hamzah inilah hari ini menjadi juru kunci dari makam keluarga Pangeran Diponegoro, dan alhamdulillah juga makamnya terpelihara dengan bagus ya,” kata Ganjar Pranowo.
Setelah dari makam Pangeran Diponegoro, Ganjar Pranowo juga tampak mengunjungi kuburan dari Pahlawan Nasional yang berasal dari Makassar yaitu Sultan Hasanuddin, dirinya merasa bangga dengan usia dinobatkannya menjadi raja yang masih cukup muda yaitu 17 tahun.
“Beliau masih muda saat dinobatkan menjadi raja, sekitar 17 tahun. Dan yang membuat saya selalu tertarik adalah beliau punya semangat heroik dan patriotisme saat melawan penjajah Belanda. Semoga kita ketularan spirit juang dan semangat beliau,” ujar orang nomor satu di Jawa Tengah itu.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi