

InNalar.com – Smelter tembaga di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya meneken perjanjian kontrak dengan Pertamina.
Smelter tembaga di Sumbawa tersebut ialah anak perusahaan PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang melakukan perjanjian dengan Pertamina.
Smelter tembaga AMNT meneken kontrak Heads of Agreement (HA) dengan PT Pertamina.
Baca Juga: Produksi 24 Juta Ton Per Tahun! Tambang Tembaga Bawah Tanah di Jawa Timur Ini Akan Beroperasi Tahun…
Melansir dari Antara, Vemmy Febrianti selaku Corporate Secretary AMMN membeberkan informasi tersebut.
Perjanjian HOA dengan Pertamina dilakukan untuk memastikan kebutuhan LNG atau Liquefied Natural Gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) baru milik AMNT.
Selain itu bertujuan untuk mendukung kebutuhan energi operasional smelter tembaga milik AMMN.
Demi mendukung kebutuhan energi untuk smelter tembaga serta pemurnian logam mulia.
Lalu untuk penambangan Fase 8 dan processing plant atau perluasan pabrik pengolahan, sebagaimana diungkap oleh Vemmy.
AMNT sendiri sebelumnya juga sudah mulai membangun PLTGU yang memiliki kapasitas 450 megawatt (MW).
Hal itu terdiri dari penambangan, operasional smelter yang tengah dibangun hingga pengolahan.
Sekadar informasi, smelter tembaga yang dibangun oleh PT Amman Mineral Industri tersebut bisa menghasilkan 900.000 ton konsentrat per tahun.
Mega proyek ini ditargetkan rampung pada 2024, dengan dana yang dibutuhkan ialah Rp14,7 triliun.
Smelter tembaga di Sumbawa ini merupakan yang terbesar kedua di Indonesia.
Dulunya juga merupakan milik perusahaan asing yakni PT Newmont.
Namun akhirnya smelter tembaga di Sumbawa ini telah 100 persen milik Indonesia.***