

inNalar.com – PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN rupanya tidak hanya gencar membangun proyek smelter tembaga di Sumbawa Barat.
Namun juga membangun infrastrukur dukungan untuk menunjang kebutuhan smelter di Nusa Tenggara Barat, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).
Jaminan pasokan gas LNG untuk proyek listrik yang diklaim berbasis ramah lingkungan ini telah menggaet Pertamina.
Jalinan kerja sama ini ditandai dengan adanya prosesi penandatanganan Head of Agreement (HoA) untuk menjamin pasokan LNG untuk proyek pembangkit listrik tersebut.
Adapun kapasitas pembangkit listrik itu sendiri diketahui mencapai 450 Megawatt (MW).
Proyek PLTGU di Sumbawa Barat ini ditargetkan bakal selesai pada 2024 agar bisa segera mendukung kelancaran produksi tembaga di pabriknya.
Apabila mengungkap apa yang tertulis dalam Laporan Keuangan Kuartal III pada tahun ini
Sebagaimana diketahui, perusahaan logam ini telah berhasil membukukan pendapatan dari sektor tembaga sendiri sebesar 697 juta USD.
Angka tersebut terpantau jomplang jika melihat capaian hasil penjualannya yang telah berhasil dicapai oleh perusahaannya sebesar 1,08 miliar USD.
Apabila penjualan bersih tembaga tersebut digabung dengan komoditas andalannya, yakni emas.
Maka tercatat pula hasil penjualannya secara penuh mencapai 1,15 miliar USD.
Sementara tahun sebelumnya diketahui pula kucuran dana segar dari hasil penjualan produknya sebesar 1,97 miliar USD.
Melalui anak perusahaannya, PT Amman Mineral Industri (AMIN) ikut menjalin kerja sama dengan perusahaan Pertamina untuk menggarap emiten ini.
Jadi Pertamina ini berperan dalam memasok LPG sebagai pembangkit listrik tenaga diesel dan uap sebesar
Muaranya adalah kawasan PLTGU itu sendiri sudah berhasil tekan emisi CO2 sebanyak 40 ribu per tahun.
Selain itu, upaya lainnya untuk menekan emisi karbon yang dilakukan emiten ini adalah mulai dari reklamasi, rehabilitasi daerah aliran sungai hingga pengalihan air pun jadi salah satu cara dan komitmen perusahaan dalam mengurangi karbondiosida secara berlebihan.
Bahkan digadang kapasitas PLTGU di Sumbawa Barat ini bakal mampu mencapai 3 kali lipat lebih besar dari deretan pembangkit listrik eksisting.
Perlu diketahui bahwa kehadiran pembangkit listrik tenaga gas dan uap ini dibangun untuk menggantikan kapasitas pembangkit listrik yang mencapai 120 Megawatt (MW).
Amman disebut sebagai pionir transisi energi berkelanjutan, karena perusahaan berkapasitas ini telah berhasil mengawali komitmen tambang yang ramah lingkungan.
Fungsi dasar pembangkit listri ini menjadi infrastruktur penunjang keberlangsungan smelter tembaga yang tengah dibangun oleh perusahaan PT Amman.***