Gandeng Pertamina, AMMAN Kembangkan PLTGU di Sumbawa Barat NTB Berkapasitas 450 MW Guna Dukung Keberlanjutan Smelter Tembaga

inNalar.com – PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN rupanya tidak hanya gencar membangun proyek smelter tembaga di Sumbawa Barat.

Namun juga membangun infrastrukur dukungan untuk menunjang kebutuhan smelter di Nusa Tenggara Barat, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).

Jaminan pasokan gas LNG untuk proyek listrik yang diklaim berbasis ramah lingkungan ini telah menggaet Pertamina.

Baca Juga: Emiten CGAS Genjot Pertumbuhan Pendapatan Meningkat 30 Persen di Sepanjang 2024 Pasca Raih Dana IPO Rp179 Miliar

Jalinan kerja sama ini ditandai dengan adanya prosesi penandatanganan Head of Agreement (HoA) untuk menjamin pasokan LNG untuk proyek pembangkit listrik tersebut.

Adapun kapasitas pembangkit listrik itu sendiri diketahui mencapai 450 Megawatt (MW).

Proyek PLTGU di Sumbawa Barat ini ditargetkan bakal selesai pada 2024 agar bisa segera mendukung kelancaran produksi tembaga di pabriknya.

Baca Juga: Garap Tambang Baru di Sulawesi Utara, Jumlah Aset PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Meroket pada Triwulan III 2023

Apabila mengungkap apa yang tertulis dalam Laporan Keuangan Kuartal III pada tahun ini

Sebagaimana diketahui, perusahaan logam ini telah berhasil membukukan pendapatan dari sektor tembaga sendiri sebesar 697 juta USD.

Angka tersebut terpantau jomplang jika melihat capaian hasil penjualannya yang telah berhasil dicapai oleh perusahaannya sebesar 1,08 miliar USD.

Baca Juga: Penjualan Tembaga Merosot 36 Persen, AMMAN Kebut Proyek Smelter Senilai 3 Miliar USD di Sumbawa Barat NTB hingga Progres Lampaui Target

Apabila penjualan bersih tembaga tersebut digabung dengan komoditas andalannya, yakni emas.

Maka tercatat pula hasil penjualannya secara penuh mencapai 1,15 miliar USD.

Sementara tahun sebelumnya diketahui pula kucuran dana segar dari hasil penjualan produknya sebesar 1,97 miliar USD.

Baca Juga: Israel Hadapi Tudingan Afrika Selatan Mengenai Kejahatan Genosida yang Dilakukan di Mahkamah Internasional

Melalui anak perusahaannya, PT Amman Mineral Industri (AMIN) ikut menjalin kerja sama dengan perusahaan Pertamina untuk menggarap emiten ini.

Jadi Pertamina ini berperan dalam memasok LPG sebagai pembangkit listrik tenaga diesel dan uap sebesar

Muaranya adalah kawasan PLTGU itu sendiri sudah berhasil tekan emisi CO2 sebanyak 40 ribu per tahun.

Baca Juga: Viral Seorang Ibu Harus Bayar Rp11 Juta ke PLN Gegara Ingin Pindahkan Tiang Listrik di Tanah Depan Rumahnya

Selain itu, upaya lainnya untuk menekan emisi karbon yang dilakukan emiten ini adalah mulai dari reklamasi, rehabilitasi daerah aliran sungai hingga pengalihan air pun jadi salah satu cara dan komitmen perusahaan dalam mengurangi karbondiosida secara berlebihan.

Bahkan digadang kapasitas PLTGU di Sumbawa Barat ini bakal mampu mencapai 3 kali lipat lebih besar dari deretan pembangkit listrik eksisting.

Perlu diketahui bahwa kehadiran pembangkit listrik tenaga gas dan uap ini dibangun untuk menggantikan kapasitas pembangkit listrik yang mencapai 120 Megawatt (MW).

Baca Juga: Proyek Jalan Tol Senilai Rp9,9 Triliun di Banten Ini Setengah Dananya dari Swasta, Baru Akan Dibuka 2 Tahun Lagi

Amman disebut sebagai pionir transisi energi berkelanjutan, karena perusahaan berkapasitas ini telah berhasil mengawali komitmen tambang yang ramah lingkungan.

Fungsi dasar pembangkit listri ini menjadi infrastruktur penunjang keberlangsungan smelter tembaga yang tengah dibangun oleh perusahaan PT Amman.***

Rekomendasi