

inNalar.com – Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah menandatangani persetujuan kerjasama dengan Menteri Negara Persatuan Emirat Arab (PEA).
Penandatanganan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 25 Oktober, di Jakarta, untuk membangun rumah sakit Kardiologi di Solo.
Momen tersebut disaksikan oleh Dubes RI untuk PEA, Dubes PEA untuk Indonesia, dan Dubes Non-Residen untuk Timor Leste yang bertempat di Kemenkes Jakarta.
Pada tanggal 3 Februari tahun 2023 lalu, Duta Besar PEA menawarkan dukungan pembangunan rumah sakit melalui nota diplomatik nomor 1/3/19-044.
Dubes PEA menyampaikan keinginan untuk mendukung pilar transformasi pelayanan kesehatan dengan membangun rumah sakit di Indonesia.
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) bermaksud mendukung pembangunan rumah sakit khusus kardiologi di Solo, Jawa Tengah.
Rencananya, rumah sakit ini akan dibangun dengan 100 tempat tidur dan dioperasikan khusus spesialis kardiovaskular.
Dilansir inNalar.com dari website resmi kemenlu RI, pembangunan rumah sakit Kardiologi di Solo ini ditargetkan selesai pada Oktober 2024 mendatang.
Rumah sakit Emirat – Indonesia ini diharapkan tak hanya mampu meningkatkan kesehatan di Indonesia, namun juga kemanusiaan.
Dukungan fasilitas rumah sakit Kardiologi diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan kardiovaskular dengan menggunakan cath lab.
Cath lab merupakan layanan yang dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi.
Cath lab dilakukan untuk menentukan diagnostik pembuluh darah dan penyakit jantung untuk melaksanakan intervensi non bedah sesuai indikasi.
Hal ini tentu menjadi kabar bahagia bagi Indonesia, sebab jumlah rumah sakit dengan pelayanan cath lab masih sangat sedikit.
Hanya 4 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang sudah tersedia cath lab, dengan persentase 10 persen saja.
Artinya, jika ada orang Indonesia mengalami stroke atau serangan jantung, mereka hanya bisa mendapatkan layanan chat lab di salah satu dari 44 kota tersebut.
Pemerintah Indonesia memanfaatkan dengan sebaik-baiknya pinjaman mitra multilateral dari Islamic Development Bank, World Bank, Asian Development Bank, dan Asian Infrastructure Invesment Bank.
Harapan yang lebih panjang, tahun 2028 nanti, 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia sudah menyediakan pelayanan cath lab.
Selain alasan peningkatan pelayanan kesehatan, pembangunan rumah sakit Kardiologi di Solo, dapat menjadi simbol kedekatan kedua negara.
Sebagaimana telah dibangun Masjid Sheikh Zayed di Solo, rumah sakit Kardiologi dapat menunjukkan persahabatan antara Indonesia dan PEA. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi