

inNalar.com – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang Induk mulai dilakukan konstruksi pembangunannya.
PLTA ini berlokasi di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang dalam pembangunanya akan menggandeng negara tetangga yaitu Malaysia.
PLTA Mentarang Induk ini nantinya akan dibangun dengan kapasitas sebesar 1.375 megawatt dan menghasilkan energi listrik 9 Terawatt per jam (TWh) yang ditargetkan rampung pada tahun 2030.
Peresmian proyek PLTA ini disambut baik oleh Presiden Joko Widodo karena dalam proses pembangunanya menunjukkan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia.
PLTA ini nantinya akan memasok listrik ke seluruh kawasan industri hijau terbesar yang ada di Bulungan atau disebut Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI).
KIPI sendiri merupakan kawasan industri ptrokimia, aluminium dan kendaraan listrik yang berdiri di atas tanah seluas 30 ribu hektar.
PLTA yang berlokasi di Malinau, dan KIPI yang berlokasi di Kabupaten Bulungan ini nantinya akan menghasilkan produk berenergi hijau (green product).
Produk yang dihasilkan akan memiliki jumlah emisi karbon yang rendah namun tetap kompetitif, hal ini menyebabkan penghasil produk itu sendiri yang berasal dari sungai Mentara di Kabupaten Malinau.
Sungai Mentara sendiri merupakan sungai terbesar ketiga yang terletak di Kalimantan.
Baca Juga: Telan Biaya Pembangunan Rp9 Miliar, Jembatan Gantung di Jawa Tengah Ini Dibangun Tujuannya Untuk…
Dilansir inNalar.com dari laman situs Antara Jambi, dalam peresmian PLTA ini dilakukan peletakan batu pertama yang dikelilingi oleh beberapa petinggi yakni Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Selain itu turut hadir Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet, Boy Thohir selaku Ketua Konsorsium Kawasan Industri Hijau di Kaltara dan sederet pejabat terkait lainnya.
Pembangunan PLTA Mentara Induk ini akan digarap oleh PT Kayan Hydropower Nusantara (PT KHN).
Baca Juga: Poligami dengan Keluarga Dekat Istri: Antara Keinginan dan Konsekuensi, Ada Larangannya?
Perusahaan tersebut merupakan gabungan antara PT Kayan Patria Pratama yang tak lain perusahaan lokal Indonesia dan Sarawak Energy Berhad yang merupakan perusahaan asal Negeri Jiran, Malaysia.
Diketahui pada pembangunan PLTA Mentarang Induk ini akan menggelontorkan anggaran dana mencapai Rp40 triliun.
Dalam proses konstruksi pembangunannya menggunakan tipe tanah urug yang berlapis beton atau Concrete Faced Rockfill Dam (CFRD).
Baca Juga: Poligami dengan Keluarga Dekat Istri: Antara Keinginan dan Konsekuensi, Ada Larangannya?
Nantinya PLTA ini akan mempunyai tinggi puncak benua 220 meter dengan panjang 750 meter.
Pembangunan PLTA ini akan dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama yaitu dilakukan penggenangan udara (reservoir) dan membuat penyimpanan air seluas 22.800 hektar dalam tingkat pasokan penuh (FSL).
Peran PLTA ini nantinya akan berdampak pada industri tenaga udara dan juga berpotensi menyediakan pasokan energi bersih bagi masyarakat berkelanjutan.
Baca Juga: Kutukan Warga Lamongan, Jawa Timur yang Berujung Kematian, Ini Duduk Perkaranya
Tak hanya itu nantinya PLTA ini juga akan berguna bagi peningkatan ketahan pasokan listrik bagi kawasan Ibu Kota Nusantara yang terletak di Kalimantan Timur.***