

inNalar.com – Pemerintah rupanya akan memecahkan rekor terpanjang Suramadu dengan jembatan baru.
Membelah lautan sepanjang 7 kilometer, jembatan ini akan menjadi penghubung Kota Batam dengan Bintan di Kepulauan Riau.
Rencana ini sudah masuk dalam proyek pembangunan Batam-Bintan dan segera terealisasi pada tahun 2024.
Dilansir inNalar.com dari kpbu.kemenkeu.go.id, jembatan penghubung wilayah Batam dan Bintan ini direncanakan membentang sepanjang 14,7 km.
Baca Juga: Luasnya 4,9 Hektar, Kantor Kejaksaan Kalimantan Utara akan Dibangun di Tanjung Selor, Kapan Jadi?
Dari total panjang tersebut, akan dibagi dua bagian di mana 7,98 km untuk Pulau Bintan-Pulau Tanjung Sauh, dan 6,76 km sisanya menuju Batam.
Jembatan penghubung dua pulau tersebut rencananya dibangun KPBU melalui kerjasama investor Singapura.
Telah dipastikan bahwa perencanaan konstruksi sudah dimulai sejak 31 Juli 2023 lalu oleh Asian Infrastructure Investment Bank, investor jembatan ini.
Jembatan Batam-Bintan direncanakan dapat dilalui oleh kendaraan yang memiliki kecepatan 80 km/jam dengan lebar lajur jalan utama 3,6 m.
Selain itu, bahu jalan luar dirancang selebar 3,0 meter dan terdapat bahu jalan dalam dengan lebar 1,5 meter.
Bagian utama jembatan menggunakan kabel sebagai penyangga dengan bentangan sepanjang 500 m dan tinggi 60 m di atas jalur pelayaran.
Jembatan Babin direncanakan akan memiliki ruang kosong di bawahnya, yaitu 27 meter saat perjalanan dari Batam ke Tanjung Sauh.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Sunter Jakarta Utara, Satu Keluarga Tewas Akibat Kejadian Ini. Apa Penyebabnya?
Sedangkan, ruang kosong di bawah akan menurun hingga 40 meter saat perjalanan dari Tanjung Sauh ke Batam.
Karena hal ini, biaya untuk membangun jembatan tersebut meningkat dari Rp8,78 triliun menjadi Rp13,66 triliun.
Biaya keseluruhan untuk membangun Jembatan Babin berasal dari tiga sumber dana. Pertama, biaya investasi sebesar Rp13,66 triliun.
Kedua, biaya konstruksi senilai Rp9,78 triliun. Ketiga, dukungan dari pemerintah termasuk PPN senilai Rp4,44 triliun.
Baca Juga: Satu-satunya di ASEAN, Pabrik Pesawat di Jawa Barat Ini Pegang Banyak Karyawan, Segini Jumlahnya!
Masa penggunaan jembatan Batam-Bintan akan berlangsung selama 50 tahun dengan diperkirakan ada sekitar 7.070 kendaraan yang melintas setiap harinya.
Jembatan Babin akan mencetak rekor baru menjadi jembatan cable-stayed terpanjang di Indonesia.
Proyek Jembatan Batam-Bintan juga merupakan jembatan bentang panjang dengan teknologi cable stayed yang akan berfungsi sebagai jalan tol.
Melihat berjalannya proyek jembatan tersebut, masyarakat di Batam dan Bintan sangat menanti pembukaan Jembatan Babin.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga menekankan betapa pentingnya jembatan ini terhadap keberlangsungan kedua daerah tersebut.
Hal ini dikarenakan jembatan menghubungkan dua pulau dengan aktivitas pemerintahan, sosial, dan ekonomi yang sibuk.***