Gandeng China, Proyek Ambisius Kota Baru di Kuwait Senilai Rp2 Kuadriliun Bakal Dibangun Gedung Pesaing Burj Khalifa

inNalar.com – Sebagai salah satu negara kaya di Dunia, Kuwait tengah membangun sebuah mega proyek ambisius berupa kota baru.

Proyek ambisius ini dikenal dengan nama Silk City atau Madinat al-Hareer.

Silk City merupakan bagian dari Visi Kuwait pada tahun 2035 dimana wilayah utara Kuwait akan dikembangkan melalui Zona Ekonomi Utara.

Baca Juga: Dulu Jadi Rebutan Eropa, Mesir Makin Cuan Berkat Pendapatan Terusan Suez Sentuh Rekor US$ 9,4 Miliar, Ternyata Ini Pemicunya

Zona utara memerlukan pengembangan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan dengan Irak dan Iran.

Dilansir inNalar.com dari tamdeen.com, Silk City menjadi pengembangan proyek serba guna terbesar di dunia.

Proyek senilai Rp2 kuadriliun ini diinisiasi oleh Tamdeen Group yang bekerja sama dengan Ajiyal Real Estate & Entertainment Co.

Baca Juga: Bendungan Mesir Senilai Rp15 Triliun Seret Pendanaan, Presiden Nasser Atur Strategi di Terusan Suez tapi Berujung Picu Krisis, Kok Bisa?

Ketika mega proyek ini rampung, cagar alam, fasilitas bisnis dan perumahan, serta hotel dan kawasan pemukiman, akan dimasukkan dalam zona perdagangan bebas.

Kini, pembangunan Silk City memasuki tahap 1 dimana Jalan Lintas Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah telah rampung dibangun.

Kuwait dan Tiongkok juga menandatangani perjanjian kolaborasi untuk mengembangkan Silk City dan jalur ekonominya.

Baca Juga: Hasilkan Listrik 10 Miliar KW, Proyek Bendungan Aswan Mesir Didanai AS-Inggris Senilai 1 Miliar USD Tapi Berakhir Disetop, Ini Penyebabnya

Nantinya, Silk City akan memiliki 4 kawasan berbeda yang masing-masing memiliki pusat kotanya sendiri.

Empat kawasan tersebut terdiri dari Kota Finansial, Kota Rekreasi, Kota Ekologis, dan Kota Perumahan dirancang untuk memberikan standar global tertinggi dengan fokus khusus pada fasilitas pendidikan dan budaya.

Menariknya, di kota ini nantinya juga akan dibangun sebuah gedung pencakar langit yang akan menjadi pesaing Burj Khalifa.

Baca Juga: Kolaborasi RI – Kanada, Pabrik Semen di Pangkep Sulawesi Selatan Ini Telah Ekspansi Pasar Internasional Sejak 1968, Ternyata Pemiliknya…

Gedung pencakar langit tersebut dinamakan dengan Burj Mubarak Al Kabir yang akan berdiri setinggi 1.001 meter.

Sementara itu, Burj Khalifa yang kini masih memegang rekor sebagai bangunan tertinggi memiliki ketinggian 828 meter.

Dengan ketinggian itu, tentunya bangunan ini rentan terhadap angin kencang.

Maka dari itu, untuk menjaga stabilitas dalam menghadapi angin ini, rancangan yang diusulkan mencakup tiga menara yang saling bertautan, masing-masing diputar 45 derajat untuk menopang struktur.***

Rekomendasi