

inNalar.com – Sebagai salah satu negara kaya di Dunia, Kuwait tengah membangun sebuah mega proyek ambisius berupa kota baru.
Proyek ambisius ini dikenal dengan nama Silk City atau Madinat al-Hareer.
Silk City merupakan bagian dari Visi Kuwait pada tahun 2035 dimana wilayah utara Kuwait akan dikembangkan melalui Zona Ekonomi Utara.
Zona utara memerlukan pengembangan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan dengan Irak dan Iran.
Dilansir inNalar.com dari tamdeen.com, Silk City menjadi pengembangan proyek serba guna terbesar di dunia.
Proyek senilai Rp2 kuadriliun ini diinisiasi oleh Tamdeen Group yang bekerja sama dengan Ajiyal Real Estate & Entertainment Co.
Ketika mega proyek ini rampung, cagar alam, fasilitas bisnis dan perumahan, serta hotel dan kawasan pemukiman, akan dimasukkan dalam zona perdagangan bebas.
Kini, pembangunan Silk City memasuki tahap 1 dimana Jalan Lintas Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah telah rampung dibangun.
Kuwait dan Tiongkok juga menandatangani perjanjian kolaborasi untuk mengembangkan Silk City dan jalur ekonominya.
Nantinya, Silk City akan memiliki 4 kawasan berbeda yang masing-masing memiliki pusat kotanya sendiri.
Empat kawasan tersebut terdiri dari Kota Finansial, Kota Rekreasi, Kota Ekologis, dan Kota Perumahan dirancang untuk memberikan standar global tertinggi dengan fokus khusus pada fasilitas pendidikan dan budaya.
Menariknya, di kota ini nantinya juga akan dibangun sebuah gedung pencakar langit yang akan menjadi pesaing Burj Khalifa.
Gedung pencakar langit tersebut dinamakan dengan Burj Mubarak Al Kabir yang akan berdiri setinggi 1.001 meter.
Sementara itu, Burj Khalifa yang kini masih memegang rekor sebagai bangunan tertinggi memiliki ketinggian 828 meter.
Dengan ketinggian itu, tentunya bangunan ini rentan terhadap angin kencang.
Maka dari itu, untuk menjaga stabilitas dalam menghadapi angin ini, rancangan yang diusulkan mencakup tiga menara yang saling bertautan, masing-masing diputar 45 derajat untuk menopang struktur.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi