Gandeng Belanda, Mega Proyek IKN Kalimantan Timur Siap Wujudkan Ibu Kota Baru Anti Banjir, Kok Bisa?

InNalar.com – Mega proyek IKN Kalimantan Timur terus memaksimalkan pembangunan Ibu Kota baru, salah satunya dengan menggandeng Belanda.

Berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia untuk mewujudkan IKN, Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota baru yang modern dan ramah lingkungan.

Salah satunya ialah dengan cara menggandeng sejumlah negara untuk bekerja sama dalam pembangunan ibukota baru di IKN, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Audiens Auto Kicep, Cara Unik Soeharto Bungkam Kebisingan 1000 Orang Saat Ia Pidato, Bisa Ditiru!

Melansir dari Antara, baru-baru ini Otorita Ibukota Nusantara (OIKN) mengumumkan telah menggandeng Deltares yakni lembaga riset bidang pengelolaan ari dan lingkungan dari Belanda.

Kerjasama antara Belanda dan Indonesia ini demi mewujudkan IKN sebagai Sponge City atau kota Spons.

Istilah kota Spons sendiri memang masih asing di telinga masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Omset Tembus Angka Rp26 Juta Sehari, Wanita Ini Ternyata Berjualan Es Viral di Mataram!

Bambang Susantono selaku Kepala OIKN pun menjelaskan makna dibalik kata kota Spons.

Yakni merajuk pada dasar pengembangan sebuah kawasan yang memadukan konsep perkotaan kota hutan atau Forest City dengan kota cerdas alias Smart City.

Konsep ini diterapkan untuk mengembalikan siklus alami air yang dapat berubah karena pembangunan wilayah, seperti di IKN, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Soeharto Malah Pergi ke Mesir Saat Keamanan Indonesia Tidak Kondusif, 14 Menteri Hengkang Karena…

Selain itu, konsep ini bisa mengurangi bahaya banjir, menambah ketersediaan air maupun pelestarian ekologi.

Sponge City sendiri bisa diwujudkan dengan menerapkan berbagai hal seperti membangun trotoar berpori, adanya ruang terbuka hijau dan biru serta lainnya.

Konsep Sponge City sendiri sudah direncanakan dan tertuang dalam UU Nomor 3 Tahun 2022, yakni soal Ibukota Negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan IKN di Kalimantan Timur juga didukung oleh tiga universitas top dunia di Belanda.

Ketiga kampus tersebut terdiri dari Universitas Leiden, TU Delft dan Erasmus University Rotterdam.

OIKN pun melakukan diskusi perilah pembangunan mega proyek IKN, Kalimantan Timur dengan tiga universitas ternama tersebut.

Di antaranya soal ambisi maupun pembangunan teknologi yang ada di IKN nanti.

Salah satjnya ialah IKN bakal memiliki teknologi canggih berupa taksi terbang atau Sky Taxi.

Perwakilan dari ketiga universitas di Belanda pun menyambut baik dan memberikan dukungan untuk pembangunan ibu kota baru IKN di Kalimantan Timur.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia memang melakukan kunjungan ke beberapa negara untuk membuka peluang adanya kerja sama.

Salah satunya dengan Prancis, di mana pemerintah berdiskusi soal teknologi dan budaya untuk menjadi pelajaran IKN di masa depan.

Mega proyek IKN, Kalimantan Timur sendiri ditargetkan rampung pada tahun 2045 mendatang, dengan meraup nominal pembangunan senilai ratusan triliun rupiah.

 

Rekomendasi