

inNalar.com – Suku Maasai merupakan penghuni asli daratan Afrika yang terkenal dengan tradisi uniknya.
Mulai dari kebiasaan berpoligami hingga tradisi membuang nasib sial anak mereka yang berbeda dengan suku lainnya di dunia.
Meskipun begitu, suku Maasai termasuk suku yang tertua di Afrika dan tersebar di Kenya hingga Tanzania.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Kuliner Legend di Kota Bandung Jawa Barat yang Masih Eksis hingga Sekarang
Suku Maasai memiliki tradisi unik saat menggelar pernikahan untuk anak-anak mereka.
Biasanya suku Maasai akan mengarahkan ayah kandung dari pengantin perempuan untuk meludahi putrinya.
Bukan bermaksud untuk menghina, justru hal ini diyakini akan menghindarkan sang pengantin perempuan agar terhindar dari nasib buruk.
Selain itu, tujuan dari suku Maasai meludahi putri mereka saat menikah adalah untuk mengungkapkan rasa cinta mereka sebelum berpisah.
Tak hanya meludahi putri mereka, perempuan suku Maasai harus dicukur kepalanya sebelum prosesi pernikahan digelar. Hal ini juga sebagai sarana meminta doa restu kepada ayah mereka.
Meskipun suku Maasai tergolong suku yang terbuka kepada orang baru, namun jangan dikira tradisi leluhur mereka akan luntur.
Tak jarang ritual minum darah dilakukan untuk mendapatkan kekuatan seperti yang mereka yakini.
Suku Maasai menjadi suku yang tertua di pulau Afrika khususnya Afrika Timur.
Suku Maasai juga terkenal tidak pernah takut untuk menyerang hewan buas seperti singa.
Mereka terbiasa untuk berburu singa dan menjadikan kulitnya sebagai kostum serta masih hidup dengan cara berpindah-pindah tempat.
Selain itu pakaian suku Maasai juga unik dan meriah dengan ornamen manik-manik yang indah dan menarik perhatian.
Kini jumlah suku Maasai kurang lebih sebesar 1 juta orang yang hidup di negara Tanzania dan Kenya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi