Gak Cuma Alot Lahan, Proyek Bendungan Penangkal Banjir di Aceh Utara Ini Sempat Gemparkan Banyak Pihak


inNalar.com –
Dinamika pembangunan Bendungan Keureuto di Aceh Utara sempat menuai polemik.

Bukan soal lahan, tetapi karena ada temuan menggemparkan saat proses bendungan di Aceh Utara ini berlangsung.

Penemuan menghebohkan di lokasi proyek ini sempat menyita perhatian banyak pihak.

Baca Juga: Diduga Ada Main Harga, Sengkarut Lahan Proyek Bendungan Aceh Rp2,68 Triliun Ini Bikin Progres Seret, tapi…

Temuan yang menuai polemik ini sempat menyebabkan progres bendungan gawean Aceh Utara ini ngadat.

Lantas, temuan macam apa yang membuat warga, pemerintah daerah, dan para arkeolog menyoroti proyek bendungan ini?

Sebagai gambaran, proyek waduk ini adalah upaya pemerintah daerah guna mengatasi banjir yang kerap kali melanda.

Baca Juga: Lalu Lintas Jakarta Makin Ruwet, Jalan Akses Pelabuhan 37,05 km di Subang Dirancang Muat Beban Traffic Super Jumbo

Itulah mengapa infrastruktur ini salah satu manfaat yang diharapkan adalah menjadi waduk penangkal banjir.

Adapun lokasi pembangunannya berada di lintasan Sungai Krueng Keureuto.

Namun bentang cakupan bendungan penangkal banjir ini tersebar di Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.

Baca Juga: 33 Tahun Sulit Beres, Progres Bendungan Rp1,38 T di Deli Serdang, Sumatera Utara Makin Ngegas: Ada Pelecutnya

Sementara genangan bendungan akan melebar dari Kabupaten Aceh Utara sampai ke Bener Meriah.

Seiring pembangunan berjalan, rupanya di lokasi proyek waduk tersebut ditemukan sejumlah makam kuno.

Makam kuno yang ditemukan di lokasi Proyek Bendungan Keureuto Aceh ini ditengarai ada karakteristik peninggalan zaman kerajaan.

Baca Juga: Pahit Manis PSN Sulawesi Selatan, Begini Nasib Jalan Tol Makassar 48,12 km yang Berpotensi ‘Libas’ Bunker Senjata

Lebih lanjut, karakteristik tersebut ditangkap dari ciri nisan yang disebut persis dengan rupa nisan peninggalan Samudera Pasai.

Tidak hanya itu, rupa nisannya juga disinyalir memiliki kemiripan ciri dengan zaman Kerajaan Peureulak.

Adapun temuan makam kuno di lokasi Proyek Bendungan Keureuto Aceh ini letaknya berada di sisi Kabupaten Bener Meriah.

Baca Juga: Kartu Perdana Telkomsel Lite Hadirkan Akses Broadband Hemat Terjangkau untuk Semua, Internetan Tanpa Beban mulai Rp25 Ribu dan Kuota hingga 60 GB

Sempat tuai polemik, karena sebagian masyarakat tidak ingin makam tersebut dipindahkan ke tempat lainnya.

“Makam kuno yang ditemukan dengan ciri nisan Aceh menyerupai tipe Perlak l dan tipe Samudera Pasai,” dikutip inNalar.com dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Menanggapi situasi tersebut, akhirnya Dinas Pendidikan dan Kebuyaan Aceh mengambil langkah lanjutan.

Sejumlah pihak diturunkan ke lapangan guna meninjau langsung dan menginventarisasi benda kuno tersebut.

Pihak yang akhirnya ikut ‘turun gunung’ mengatasi polemik penolakan pemindahan makam kuno ini sebagai berikut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara dan Aceh Tengah, tim Cagar Budaya Aceh, hingga tim Arkeolog saling berkoordinasi.

Dengan adanya temuan ini, para arkeolog bersama tim disbudpar daerah melakukan pengkajian secara mendalam.

Proses inventarisasi dan dokumentasi hingga kajian arkeologis dilakukan para peneliti terkait.

“Hasilnya nanti untuk membuat rekomendasi teknis pelestarian dan melaporkan kepada Gubernur Aceh,” ujar Sukry Tomtars.

Sebagai informasi, Sukry Tomtars adalah Kepala Bidang Kebudayaan Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan campur tangan beberapa pihak inilah polemik pemindahan makan tersebut dapat diatasi.

Proyek Bendungan Keureuto Aceh ini tidak hanya disorot soal progresnya yang dipandang lambat sebab soal nego alot lahan.

Temuan makam kuno ini juga turut mewarnai dinamika pembangunan waduk raksasa ini.

Penting untuk diketahui, pengerjaan proyek waduk ini ditarget dapat rampung maksimal pertengahan tahun 2024.***

Rekomendasi