Gagal Manfaatkan EBT! Indonesia Punya Potensi Tenaga Hidro 95 GW, Tapi Malah Baru Pakai Tak Sampai Setengah?

inNalar.com – Arifin Tasrif selaku Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mengungkapkan bahwa pembangkit listrik tenaga hidro telah berkontribusi banyak di tanah air.

Tenaga hidro bahkan telah bermanfaat bagi sistem ketenagalistrikan di Indonesia selama kurang lebih 100 tahun.

Sayangnya, penggunaan tenaga hidro di Indonesia masih sayang sedikit.

Baca Juga: Auto Baper dan Salting, Inilah 10 Plesetan Singkatan Nama Daerah di Pulau Bali, Berani Coba ke Gebetan?

Padahal menurut Menteri ESDM, Indonesia memiliki potensi tenaga hidro sebesar 95 gigawatt.

Saat ini sendiri pemanfaatannya masih sebatas 6,7 gigawatt.

Tidak heran jika pemanfaatannya dinilai masih belum mencapai setengahnya sekalipun.

Baca Juga: Sempat Diisukan Jadi Cawapres Prabowo, Kekayaan Gubernur Jawa Timur Khofifah Tembus Rp25 M, Bak Juragan Tanah?

Melansir dari Antara, pengembangan pembangkit listrik tenaga hidro di tanah air ditargetkan akan mencapai lebih dari 10 gigawatt di tahun 2030 mendatang.

Tidak heran jika Menteri ESDM terus mendorong pemanfaatan tenaga hidro tersebut.

Yakni sebagai upaya dalam mempercepat transisi energi Indonesia agar mencapai “Net Zero Emission” atau NZE di tahun 2060 nanti.

Baca Juga: Investasinya Rp10 Triliun! Proyek Kereta Api Rantau Prapat – Riau Dapat Tingkatkan Konektivitas Antar Daerah?

Keberadaan pembangkit listrik ini disebut akan terus ditingkatkan hingga 72 gigawatt di tahun 2060 nanti.

Sedangkan untuk pumped storage sendiri bisa mencapai 4,2 gigawatt.

Pemerintah saat ini sendiri juga masih memprioritaskan pengembangan transmisi “Super Grid”.

Adapun tujuannya adalah untuk membantu meningkatkan konektivitas antar pulau di tanah air.

Tepatnya dengan mendorong pemanfaatan sumber energi hidro dan energi terbarukan lainnya.

Hadirnya tenaga hidro sendiri merupakan salah satu energi terbarukan yang bisa bermanfaat sebagai base load sekaligus solusi tersendiri.

Baik itu untuk tenaga angin dan surya pada jaringan listrik di Indonesia.

Saat ini pun tengah dilakukan pembangunan beberapa proyek pembangkit listrik tenaga hidro di tanah air.

Mulai dari PLTA Asahan sebanyak 178 megawatt dan PLTA Jatigede dengan kapasitas 110 megawatt.

Keduanya ditargetkan akan COD (Commercial Operation Date) di tahun 2024 mendatang.

Selain itu, terdapat pula PLTA Batang Toru senilai 520 megawatt, PLTA Merangin sebanyak 350 megawatt, dan PLTA Peusangan 1 dan 2 sekitar 88 megawatt.

Ketiga proyek ini direncanakan akan COD pada tahun 2026 nanti.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]