

inNalar.com – Dalam Penjelasannya Presiden Joko Widodo meminta untuk melakukan pengawasan obat terkait kasus gagal ginjal yang dialami beberapa anak di Indonesia.
Menanggapi dengan adanya kasus gagal ginjal yang terjadi pada anak-anak di Indonesia, Presiden Jokowi menyampaikan intruksi untuk melakukan pengawasan obat.
Yaitu untuk mengantisipasi terjadinya gagal ginjal pada anak, maka Presiden Joko Widodo menjelaskan jika pengawasan akan dilakukan kepada industri obat.
Baca Juga: Covid-19 XBB Masuk Indonesia, Menkes Tekankan : Singapura Kasusnya Naik Lagi ke 6 Ribu per Hari
Selain itu mengenai gagal ginjal yang akhir ini meningkat di masyarakat, Presiden Joko Widodo meminta kepada Menteri Kesehatan untuk menyampaikan hal tersebut kepada Masyarakat.
Hingga kini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan untuk pengawasan terhadap pelaku industri obat agar diperketat untuk kedepannya.
Hal ini menanggapi adanya kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia. Setelah beberapa hari lalu banyak menelan korban jiwa terutama anak-anak.
Baca Juga: Covid-19 Varian XBB Terdeteksi di Indonesia, Menkes Ungkap ada Ujian di Awal Tahun Nanti
Namun, menindaklanjuti mengenai kasus gagal ginjal yang berakibat pada anak-anak, Presiden Jokowi juga menyampaikan kepada Kemenkes mengenai kasus tersebut.
“Yang paling penting pengawasan terhadap industri obat harus diperketat lagi. Tugasnya semuanya,” ujar Jokowi di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 21 Oktober 2022.
Lebih lanjut Jokowi mengatakan, penjelasan mengenai kasus gagal ginjal akut yang banyak dialami anak-anak sudah disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Baca Juga: Muncul Covid-19 Varian Baru XBB, Menkes Tekankan Indonesia Belum Bisa Disebut Bebas dari Pandemi
“Tadi siang kan sudah disampaikan oleh Menkes secara detil ya,” ujar Jokowi.
Menkes sebelumnya mengungkap hasil penelusuran cemaran etilen glikol dan dietilen glikol di obat sirup. Hal ini berdasarkan temuan pada kasus kematian anak gagal ginjal akut yang dilaporkan di RSCM.
Setelah dianalisis, tujuh dari 11 pasien gagal ginjal akut di RSCM positif memiliki cemaran etilen glikol dan dietilen glikol.
Zat atau senyawa berbahaya yang ditemukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berisiko pada ginjal, seperti kasus yang terjadi di Gambia.***