

InNalar.com – Siapa yang tidak mengenal Presiden Republik Indonesia yang ke-4? Beliau adalah Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.
Gus Dur dikenal sebagai tokoh pemersatu, tokoh toleransi bahkan dianggap sebagai wali.
Gus Dur memiliki empat orang anak, salah satunya bernama Zunnaba Ariffah Chafsho atau akrab dipanggil Yenny Wahid.
Yenny Wahid sendiri cukup dekat dengan dunia perpolitikan. Ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal PKB periode 2005-2010.
Sebelum selesai masa periode, sekitar tahun 2008 Muhaimin Iskanda yang saat ini menjadi calon wakil presiden Anies Baswedan, resmi memecat Yenny Wahid.
Melansir nu.or.id Alasan pemecatan itu sendiri, karena Yenny Wahid dan beberapa rekannya diduga melakukan intimidasi, intrik, infiltrasi hingga pemerasan.
Selain dikenal sebagai salah satu pendiri Wahid Foundation, Yenny Wahid juga pernah menjadi Komisaris Independen PT Garuda Indonesia sejak Januari 2020. Meski pada akhirnya mengundurkan diri dari jabatan.
Ditengah keaktifannya dalam dunia politik, nama Yenny Wahid pernah masuk bursa kandidat cawapres untuk Pilpres 2024 nanti.
Hingga pada akhirnya, 27 Oktober 2023 kemarin Yenny Wahid resmi memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Mahfud Md.
Baca Juga: Menjadi Peraih Penghargaan Terbanyak Sebagai Bupati, Dadang Supriatna Miliki Harta Kekayaan Rp9 M
Melansir akun instagram @yennywahid, Ia mendeklarasiskan dirinya dan barisan kader Gus Dur bahwa mereka siap mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Sebelumnya, uapaya pengambilan keputusan tersebut rupanya melalui proses perenungan, pergulatan pemikiran, diskusi, dan ikhtiar batin yang panjang.
Meski mendukung salah satu capres-cawapres, namun Yenny Wahid berpesan bahwa pilpres merupakan ajang memilih pimpinan secara demokratis.
Sehingga harus tetap menjaga kondusivitas, tidak saling mencaci maki meski berbeda pilihan.
Yenny juga berharap pilpres 2024 ini tidak menjadi ajang pemecah belah bangsa, oleh karena itu pilpres harus dihadapi dengan riang gembira dan kembali bersatu setelahnya.
Yenny Wahid sendiri ketika mendukung Ganjar dan Mahfud mempunyai alasan tersendiri, adapun alasan tersebut sebagai berikut.
1. Yenny Wahid menginginkan keberlanjutan program pembangunan yang telah dicapai oleh Presiden Jokowi. Selain melanjutkan, Yenny Wahid juga ingin agar prestasi yang pernah dilakukan oleh Presiden Jokowi bisa disempurnakan kedepannya.
2. Yenny Wahid ingin memperjuangkan pluralisme seperti apa yang pernah diperjuangka oleh Gus Dur dari masa ke masa.
3. Yenny Wahid menginginkan penegakan hukum di Indonesia semakin dikuatkan.
4. Yenny Wahid begitu dekat dengan Mahfud MD. Bahkan Mahfud MD adalah kader Gus Dur.
Oleh karena itu, berdasarkan roso (rasa), karena jadinya Mahfud MD sebaga cawapres Ganjar, maka Yenny Wahid dan Barisan Kader Gusdur siap memenangkan Ganjar-Mahfud di pilpres 2024 nanti.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi