Fenomena Masjid Berlapis Emas di Madura, Penduduknya Ada yang Berpenghasilan 30 Juta per Bulan

inNalar.com – Sebuah desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, menjadi viral karena arsitektur rumah hingga masjid yang megah dan mewah bak berbalut emas.

Dilansir dari kanal YouTube @faizslamet9666, diketahui desa ini hanya dihuni sekitar 700 orang saja yang menjadi desa dengan penduduk paling sedikit di Pamekasan Madura.

Nama desa ini adalah Desa Bulengan Berenta, di mana orang-orang di sini merupakan pedagang durian.

Baca Juga: Bisa Buat Bayar KPR Rumah, Sekolah Unggulan di Surabaya Ini Capai Biaya Fantastis Hingga Bikin Geleng Kepala

Kekayaan mereka terpapang dari arsitektur rumah di pinggir jalan yang terlihat megah dan lebar, beberapa bahkan memakai cat warna emas termasuk juga masjid di desa tersebut.

Salah satu narasumber yang di wawancarai oleh Faiz mengatakan bahwa dirinya dapat menghasilkan 30 juta per bulan.

Diketahui, pohon durian yang masuk ke musim panen dapat menghasilkan sekitar 10 hingga 15 juta setiap pohonnya.

Baca Juga: Ajarkan 4 Bahasa, Ponpes di Bojonegoro ini Berhasil Kirim Ribuan Santrinya ke Univ Al Azhar Mesir, Minat?

Dirinya juga menyebutkan bahwa beberapa warga bahkan memiliki 3 hingga 4 pohon durian di setiap rumahnya.

Selain itu, ada beberapa penduduk yang tidak hanya berjualan durian melainkan pengusaha tembakau.

Sudah jelas bila desa ini menjadi desa sukses yang berbeda dengan desa-desa lain terutama di daerah Pamekasan.

Baca Juga: Harga SPP di Sekolah Surabaya Ini Bisa Cicil Mobil! Biaya yang Dikeluarkan Capai Hingga Rp262 Juta, Yuk Intip!

Salah satu hal yang paling menarik dari desa berpenduduk paling sedikit di Pamekasan adalah masjid mereka.

Berdiri di tengah-tengah pedesaan, masjid di desa ini begitu megah yang memiliki replika arsitektur Madinah dengan pilar-pilar megah dan berlapiskan cat emas.

Dikatakan bahwa masjid ini didesain khusus oleh seorang arsitektur, berpenampilan modern, bersih, dan juga luas, membuat jamaah yang berkunjung terpukau.

Memiiki 4 lantai dan ruangan ber-AC, masjid ini pun dibangun atas inisiatif warga, dengan dana pribadi sukarela, bukannya dana dari pemerintah.

Selain itu, di desa ini terdapat juga sekolah yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan dan Sosial Al Kholili dengan biaya gratis.

Hal ini menunjukkan betapa kaya dan mampu warga-warga di desa ini meski hanya berjumlah 700 orang.***

Rekomendasi