Fenomena Gerhana Matahari 2023 Menurut Pandangan Islam, Berikut Kajian Dari Habib Muhammad Al-Habsyi Solo


inNalar.com 
– Gerhana Matahari merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika letak bulan berada diantara bumi dan matahari.

Sehingga dalam penglihatan kita Gerhana Matahari terlihat menutup seluruh atau bisa saja sebagian cahaya Matahari di langit bumi.

Fenomena Gerhana Matahari ini hanya bisa kita temui dalam berbagai fase tertentu saja.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Lengkap Menurut Muhammadiyah dan NU

Dilansir dari laman Badan Meteorolgi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gerhana Matahari akan terjadi pada tanggal 20 April 2023.

Fenomena Gerhana Matahari ini akan terjadi dua hari sebelum Umat Muslim merayakan Lebaran Idul Fitri 2023.

Fenomena ini pun nantinya dapat kita lihat atau amati dengam mata telanjang dari seluruh bagian wilayah Indonesia.

Baca Juga: Al Quran Surah Al Fil Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia, Salah Satu Hewan Bukti Kebesaran Allah SWT

Pada dua hari sebelum merayakan hari Lebaran nanti kita sebagai Umat Muslim akan ditunjukan mengenai bagaimana kebesaran Allah SWT kepada hambanya.

Gerhana yang akan terjadi kali ini adalah Gerhana Matahari Hibrid atau biasa disingkat dengan GMH.

Gerhana Matahari Hibrid (GMH) merupakan fenomena Gerhana Matahari yang terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi tepat berada dalam satu garis.

Baca Juga: Habib Ja’far Perbolehkan Ucapkan Selamat Natal kepada Teman Kristen tapi Ada Syaratnya, Simak Penjelasannya!

Akibatnya jika dilihat dari Bumi Gerhana Matahari pada suatu tempat tempat tertentu cahaya matahari nantinya akan terlihat seperti cincin.

Bahkan pada suatu tempat tertentu Gerhana Matahari ini akan terlihat seperti Matahari tampak tertutupi oleh Bulan.

Banyak diantara Warganet mengaitkan fenomena Gerhana Matahari ini sebagai sebuah tanda-tanda akan datangnya Kiamat.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al Ikhlas: Menyelamatkan dari Gelapnya Alam Kubur dan Seramnya Hari Kiamat

Namun sebagai Umat Islam yang taat kita harus memaknai fenomena ini sebagai sebuah tanda-tanda kebeseran Allah SWT semata.

Hal ini selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Habib Muhammad Al-Habsyi melalui video kajiannya yang dia unggah pada kanal Youtube.

Habib Muhammad Al-Habsyi sendiri merupakan tokoh pemuka agama dan juga Pendiri Masjid Riyadh di Solo.

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Sebut Lakukan Hal Sepele Ini saat di Masjid Ternyata Bisa Didoakan Nabi Muhammad

“Sesungguhnya Matahari dan Bulan merupakan tanda-tanda dari kekuasan Allah, tidak akan terjadi Gerhana karena kematian seseorang atau karena kelahiran seseorang dan jika diantara kamu melihat Gerhana maka Shalatlah” Ungkapnya ketika mengutip sabda dari Nabi Muhammad SAW dalam video yang diungah tersebut.

Hal ini membuktikan bahwa Fenomena Gerhana Matahari dapat menjadikan kita agar dapat lebih mengingat mengenai kebesaran Allah SWT, Tuhan seluruh semesta alam.

 Maka sebagai Umat Islam dalam menyikapi akan adanya fenomena Gerhana Matahari tersebut terjadi adalah dengan melakukan Shalat Gerhana sesuai syariat yang telah ditentukan.

Baca Juga: Habib Jamal Baagil Beberkan Perilaku Rasulullah SAW saat Ramadhan, Salah Satunya Lebih Dermawan dari Biasanya

Rekomendasi