

InNalar.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali berhasil melakukan eskpor sejumlah komoditi unggulan pada pertengahan bulan oktober lalu.
Produk unggulan tersebut di ekspor ke 29 negara, terutama ke Shanghai China.
Agar komoditi sampai ke negara tujuan, ada dua cara yang bisa dilakukan.
Pertama melalui pelabuhan peti kemas Makassar untuk transit terlebih dahulu di pelabuhan peti kemas Surabaya.
Kedua melalui pelabuhan peti kemas Makassar dan langsung ke negara tujuan.
Khusus untuk ekspor ke Shanghai China, pengiriman langsung dari pelabuhan Makassar menuju China.
Baca Juga: Megaproyek IKN Kalimantan Timur Laris Manis, Investor Asing Berdatangan dan Kini Siap Gandeng India?
Sementara untuk beberapa negara lainnya masih perlu transit terlebih dahulu di pelabuhan Surabaya.
Oleh karena itu, agar pengiriman barang ke luar negeri bisa langsung ke negera tujuan, perlu meningkatkan volume ekspor dan mengubah jalur pengiriman barang.
Dalam Instagram @pemprovsusel, Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin ingin mendorong agar rute pengiriman bisa diubah.
Padahal jika ekspor dilakukan ke negara langsung tanpa melalui transit bisa menghemat biaya.
Selain itu, menurut PJ Gubernur Sulawesi sejauh ini pengiriman dari berbagai daerah di Indonesia bagian timur selalu saja langsung ke Surabaya terlebih dahulu.
Seharusnya, semua bisa mampir ke Makassar dulu. Sehingga, suatu daerah atau neagra bisa berkembang.
Untuk itu Bahtiar Baharuddin menyarankan agar Pelabuhan peti kemas jika ingin maju, harus mempunyai inovasi-inovasi baru.
Pelepasan ekspor yang dilakukan Pemprov Sulawesi Selatan ini diikuti 81 eksportir dengan 37 komoditas dan 29 negara tujuan.
Diketahui jika volume ekspor tersebut mencapai 58,25 ton yang senilai dengan Rp 1,64 triliun.
Saat pelepasan ekspor tersebut, ada beberapa eksportir yang hadir, diantaranya eksportir PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, PT Mega Cipta Karya, PT Bintang Mas Sporotindo dan sejumlah perusahaan lainnya.
Hingga saat ini pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berbenah dan melakukan inovasi terhadap pelabuhan Makassar, sehingga eskpor kedepannya bisa langsung dikirim ke negera tujuan.
Adapun total kesleuruhan ekspor Sulawesi Selatan pada tahun 2021 sebesar US$1,6 miliar atau setara Rp24,48 triliun.
Untuk total ekspor pada tahun 2022 meningkat hingga 148,91 pesrsen dengan total keseluruhan ekspor sebesar US$2,3 miliar atau setara Rp35 triliun.
Ada tiga sektor penyumbang ekspor tertinggi di Sulawesi Selatan yaitu sektor pertanian-perikanan, sektor industri dan sektor tambang. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi