

inNalar.com – Baru-baru ini viral sosok Rara Isti Wulandari tak lain sebagai pawang hujan pada perhelatan MotoGP 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika.
Aksi dari Rara sebagai pawang hujan tersebut ramai menjadi perbincangan berbagai kalangan, baik masyarakat Indonesia, bahkan sampai luar negeri.
Diketahui, wanita kelahiran Papua itu ditugaskan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pembantu dalam suksesnya ajang MotoGP Mandalika.
Baca Juga: Fikih Ramadhan 2022: Ragam Jumlah Rakaat Sholat Tarawih di Indonesia, Muslim Wajib Tahu!
Aksi Rara tersebut juga menimbulkan terjadinya pro dan kontra, dan hal itu mendapat respon dari Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun.
Cak Nun sapaan akrabnya, berpendapat bahwa sejatinya turunnya hujan itu sudah ada yang penguasanya atau pengatur.
“Hujan itu kan peristiwa fisiknya jelas, di dalam agama juga ada salat minta hujan, itu berarti kan ada yang berurusan soal hujan. Itu bisa tuhan langsung, bisa wakil-wakil tuhan, atau juga inisiatif dari makhluk-makhluk Allah entah jin dan manusia,” kata Cak Nun.
Baca Juga: 7 Hadits Keutamaan Bulan Ramadhan, Diampuni Dosa sampai Jalur Khusus Masuk Surga
Sehingga, aksi seorang pawang dalam mengurangi curah hujan di suatu tempat termasuk hal yang tidak mustahil untuk dilakukan.
Lebih lanjut, Cak Nun juga menjelaskan terkait properti yang dipakai Rara saat menjadi pawang hujan merupakan kode pesan dari leluhur terdahulu.
“Kenapa (dalam aksi pawang hujan) pakai lombok merah (cabe merah), misalnya pakai sodo (lidi), itu pesennya yang dulu punya kekuasaan terhadap hujan,” jelasnya dikutip dari kanal Youtube CakNun.
Baca Juga: Live Streaming dan Jadwal Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1443 Hijriah atau 2022 Masehi
Ia melanjutkan, ” Siapa saja yang menancapkan cabe merah dan lidi tersebut, berarti itu ngomong kepada yang berkuasa terhadap hujan, ‘Tolong anak cucu saya yang sedang balapan jangan diganggu oleh hujan’,” Sambung Cak Nun.
Meski demikian, Budayawan asal Jombang tersebut menegaskan bahwa seorang pawang hujan tidak memiliki kuasa apapun dalam mengatur hujan.
Kalau seandainya berhasil dalam memberhentikan hujan, maka hal itu tentunya sudah mendapat izin dari Allah SWT.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Imsak dan Buka Puasa 1-30 Ramadhan 2022 di Wilayah Kabupaten Jember
Sebab hakikatnya, yang berkehendak dalam menurunkan atau tidaknya curah hujan hanya Allah SWT yaitu tuhan semesta alam.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi