

inNalar.com – Pengepungan dan penangkapan warga Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang dilakukan oleh gabungan dari TNI dan Polri dikecam oleh Anggota DPR RI Fadli Zon.
Kecaman ini ia tumpahkan melalui akun Twitternya yaitu @fadlizon pada Rabu, 9 Februari 2020 yang berbunyi, “Cara-cara represif kepada rakyat seperti ini masih dipertontonkan dengan keangkuhan kekuasaan.”
Pangkal dari permasalahan ini adalah karena adanya pembangunan Bendungan Wadas. Menurut Fadli Zon berdasarkan pada konstitusi dan undang-undang, bumi, air, dan kekayaan alam sudah seharusnya digunakan untuk kepetingan rakyat.
“Sebenarnya pembangunan ini untuk siapa? Padahal bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya seharusnya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat (perintah konstitusi),” lanjut Fadli Zon.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bidang Advokasi dan Jaringan yakni Zainal Arifin menerangkan dalam bentuk tertulis pada Selasa, 8 Februari 2022 bahwa warga dikepung dan ditangkap ketika sedang melaksanakan doa bersama di Masjid.
“Selain menyerbu dan mengepung, aparat juga melakukan sweeping dan penangkapan ke rumah-rumah warga yang lain,” lanjut Zainal.
Baca Juga: PTM 100 Persen di Cianjur Dihentikan Untuk Sementara, Ketua FPKBM Cianjur Angkat Bicara
Dilansir inNalar.com dari Antara, ratusan gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Purworejo itu mendampingi Tim BPN untuk mengukur tanah di lokasi pembangunan Waduk Bener.
“Kurang lebih 250 aparat mendampingi petugas BPN dan dinas pertanian melakukan pengukuran dan perhitungan,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy pada hari Selasa.
Dikutip dari PikiranRakyat.com dari berita Pikiran-rakyat.com berjudul “Aparat Serbu dan Kepung Warga Wadas, Fadli Zon: Dipertontonkan dengan Keangkuhan Kekuasaan.”
***
(Julkifli Sinuhaji/Pikiran-Rakyat.com)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi