Estimasi Biaya Rp15 Triliun, Investor Dubai Terpikat Proyek Kereta Api Gantung di Banjarmasin Kalimantan Selatan, Panjangnya Capai…

inNalar.com – Proyek jaringan kereta api di Kalimantan Selatan belum tampak hilalnya, pihak pemerintah provinsi kedatangan tawaran spesial dari investor asing yang berminat bangun transportasi jenis lainnya.

UsCovery Dubai diketahui berminat membangun moda transportasi kereta api gantung mulai dari Banjarmasin sampai dengan daerah Martapura, Kalimantan Selatan.

Rute yang rencananya bakal dibangun melewati titik Bandara Syamsudin Noor dengan rancangan jalurnya sepanjang 40 kilometer.

Baca Juga: Sampai Rela Utang ke China Rp12 Triliun, Pelabuhan Raksasa di Sumatera Utara Ini Sepi Kegiatan Bongkar Muat, Kenapa?

Adapun perkiraan biaya investasi yang bakal digelontorkan investor bisa mencapai Rp15 triliun, dengan dasar penghitungan 25 USD per kilometernya.

Pembiayaan yang cukup fantastis, mengingat dana yang dibutuhkan hampir setara dengan total biaya pembangunan kereta api di darat.

Namun demikian, nominal tersebut masih terhitung lebih murah daripada biaya pembangunan kereta api darat mengingat tidak perlu banyak lahan dalam proses pembangunannya.

Baca Juga: Hanya Rp50 Ribu per Orang, Waterpark Eksotis di Desa Konoha Sumatera Barat Ini Dibangun di Lahan Cagar Alam Seluas 699 ha, Lokasinya 50 Km dari…

Apabila menilik sedikit penghitungan pembangunan megaproyek kereta api Trans Kalimantan, biaya yang bakal diperlukan mencapai Rp22,9 triliun, sebagaimana dilansir dari situs Dephub.

Jadi proyek moda transportasi semacam skylift bisa menjadi alternatif megaproyek kereta api di Kalimantan Selatan.

Pasalnya megaproyek kereta api di Kalimantan Selatan masih perlu menunggu pengembangan di tahun 2030 mendatang.

Baca Juga: Dibiayai China Senilai Rp25 Triliun, Kawasan Industri di Morowali Jadi Tumpuan Penghasil Baterai Kendaraan Listrik

Rencananya, rute yang akan ditarik untuk pembangunan moda transportasi alternatif ini akan dimulai dari Kota Banjarmasin.

Setelah itu menuju ke Bandara Syamsudin Noor dan melewati Banjarbaru sampai dengan daerah Martapura.

Ariadi Noor selaku Kepala bappeda Kalsel menekankan bahwa proyek ini merupakan inisiatif dari pihak investor asal Dubai.

Baca Juga: Tenggelam di Era Jokowi, Janji Megaproyek Jaringan Kereta Api Rp22,9 T di Banjarbaru Kalimantan Selatan Dimaniskan Lagi Oleh Capres Anies, Realistis?

Alasan khusus yang menjadi minat pihak investor, menurut Ariadi, dimungkinkan karena geografis Kalimantan Selatan yang memiliki pemandangan yang indah.

Mungkin mereka melihat pemandangan di Kalsel ini indah, terdapat banyak sungai dan perbukitan,” ungkap Ariadi Noor, dikutip inNalar.com dari situs Diskominfo Provinsi Kalsel.

Adapun tahapan yang dilakukan pihaknya bersama dengan investor ini fokus di tahun 2023 akan diupayakan penyelesaian studi kelayakan.

Baca Juga: Hamas Mendesak ICC untuk Meminta Pertanggungjawaban Israel Atas Kejahatan Kemanusiaan di Gaza

Pada dasarnya, ada pula investor asing lainnya yang minat dengan proyek ini, tetapi sejauh ini Pemprov Kalsel mempercayakan UsCovery Dubai sebagai investor utama.

Sebab perusahaannya dinilai pihak pemrov cukup mumpuni dalam penerapan teknologi transportasi jenis ini.

Sejauh ini pengaplikasian jenis transportasi ini masih sebatas digunakan dalam kawasan wisata, tetapi di negara-negara maju mulai menggunakan skylift atau sky cable sebagai transportasi perkotaan.

Baca Juga: Siap Tampung 1.000 Tenaga Kerja, Smelter Senilai 10 Triliun Milik Mantan Wapres RI di Sulsel Ini segera Dirampungkan Tahun 2024

Diharapkan proyek kereta api gantung dapat terealisasi dan mampu membangkitkan perekonomian daerah.***

Rekomendasi