

inNalar.com – Proyek jaringan kereta api di Kalimantan Selatan belum tampak hilalnya, pihak pemerintah provinsi kedatangan tawaran spesial dari investor asing yang berminat bangun transportasi jenis lainnya.
UsCovery Dubai diketahui berminat membangun moda transportasi kereta api gantung mulai dari Banjarmasin sampai dengan daerah Martapura, Kalimantan Selatan.
Rute yang rencananya bakal dibangun melewati titik Bandara Syamsudin Noor dengan rancangan jalurnya sepanjang 40 kilometer.
Adapun perkiraan biaya investasi yang bakal digelontorkan investor bisa mencapai Rp15 triliun, dengan dasar penghitungan 25 USD per kilometernya.
Pembiayaan yang cukup fantastis, mengingat dana yang dibutuhkan hampir setara dengan total biaya pembangunan kereta api di darat.
Namun demikian, nominal tersebut masih terhitung lebih murah daripada biaya pembangunan kereta api darat mengingat tidak perlu banyak lahan dalam proses pembangunannya.
Apabila menilik sedikit penghitungan pembangunan megaproyek kereta api Trans Kalimantan, biaya yang bakal diperlukan mencapai Rp22,9 triliun, sebagaimana dilansir dari situs Dephub.
Jadi proyek moda transportasi semacam skylift bisa menjadi alternatif megaproyek kereta api di Kalimantan Selatan.
Pasalnya megaproyek kereta api di Kalimantan Selatan masih perlu menunggu pengembangan di tahun 2030 mendatang.
Rencananya, rute yang akan ditarik untuk pembangunan moda transportasi alternatif ini akan dimulai dari Kota Banjarmasin.
Setelah itu menuju ke Bandara Syamsudin Noor dan melewati Banjarbaru sampai dengan daerah Martapura.
Ariadi Noor selaku Kepala bappeda Kalsel menekankan bahwa proyek ini merupakan inisiatif dari pihak investor asal Dubai.
Alasan khusus yang menjadi minat pihak investor, menurut Ariadi, dimungkinkan karena geografis Kalimantan Selatan yang memiliki pemandangan yang indah.
Mungkin mereka melihat pemandangan di Kalsel ini indah, terdapat banyak sungai dan perbukitan,” ungkap Ariadi Noor, dikutip inNalar.com dari situs Diskominfo Provinsi Kalsel.
Adapun tahapan yang dilakukan pihaknya bersama dengan investor ini fokus di tahun 2023 akan diupayakan penyelesaian studi kelayakan.
Baca Juga: Hamas Mendesak ICC untuk Meminta Pertanggungjawaban Israel Atas Kejahatan Kemanusiaan di Gaza
Pada dasarnya, ada pula investor asing lainnya yang minat dengan proyek ini, tetapi sejauh ini Pemprov Kalsel mempercayakan UsCovery Dubai sebagai investor utama.
Sebab perusahaannya dinilai pihak pemrov cukup mumpuni dalam penerapan teknologi transportasi jenis ini.
Sejauh ini pengaplikasian jenis transportasi ini masih sebatas digunakan dalam kawasan wisata, tetapi di negara-negara maju mulai menggunakan skylift atau sky cable sebagai transportasi perkotaan.
Diharapkan proyek kereta api gantung dapat terealisasi dan mampu membangkitkan perekonomian daerah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi