Erick Thohir Terpilih Lagi Jadi Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Ansor Ungkap Rasa Bangga


inNalar.com – Erick Thohir yang terpilih menjadi ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kembali pimpin lembaga ekonomi islam untuk periode jabatan 2023-2025.

Erick Thohir kembali menjadi ketua Masyarakat Ekonomi Syariah lewat Musyawarah Nasional ke-IV MES yang digelar di Jakarta pada 1 Oktober 2023.

Abdurrahman selaku Sekjend PP.GP Ansor menilai sosok Erick Thohir dinilai sangat tepat untuk memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah.

Baca Juga: Nomor Satu Bukan Balikpapan, 5 Daerah Ini Punya Jumlah Lapangan Pekerjaan Terbanyak di Kalimantan Timur

Perwakilan Ansor, Abdurrahman menyebut jika Menteri BUMN itu bisa memajukan ekonomi syariah di Indonesia.

Selain itu, Abdurrahman juga merasa bangga karena Erick yang juga kader banser bisa dua kali terpilih jadi ketua MES.

Kepercayaan yang diberikan kepada Erick tidak terlepas dari keberhasilannya dalam memimpin MES di periode jabatan sebelumnya.

Baca Juga: Biayanya Rp400 Miliar, Jembatan Barelang di Batam Kepulauan Riau Ini Bukan Infrastruktur Termahal, Tapi…

“Selamat Pak Erick Thohir atas terpilihnya kembali sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), kami bangga kader Banser dua kali terpilih menjadi Ketua MES ini menunjukkan keberhasilan dalam memimpin MES,” kata Abdurrahman.

Abdurrahman yakin jika di periode kedua ini sosok Erick mampu membangkitkan dan mengembangkan ekonomi syariah.

Hal tersebut dirasa sangat penting karena ekonomi syariah juga bisa membawa dampak untuk kemajuan dan kesejahteraan umat.

Baca Juga: Indonesia Darurat Suhu Panas Ekstrem, Inilah Pentingnya Penggunaan Sunscreen Bagi Perlindungan Kulit

“InsyaAllah, di periode kedua ini, kami makin percaya di bawah kepemimpinan Pak Erick, ekonomi syariah di Indonesia akan semakin maju dan membawa manfaat bagi kesejahteraan umat,” ujar Abdurrahman.

Sementara itu, Erick dalam sambutannya mengaku sangat optimis dengan target pertumbuhan perbankan syariah yang ditarget menyentuh angka 25 persen.

Menurut Erick untuk bisa mewujudkan target tersebut diperlukan strategi termasuk dengan memperbanyak bank syariah.

Selain itu perlu juga ke depannya dilakukan pemisahan antara unit usaha syariah dengan bank konvensional agar persaingan lebih terbuka.

“Mungkin (mencapai target 25 persen) makanya kita dorong dulu itu kebijakan bank internasional kalau bisa untuk memisahkan unit usaha syariah (UUS) dan bank konvensionalnya. Sehingga tidak banyak sayap. Kalau dipisahkan kan akan banyak bank syariah jadinya kan ada persaingan lebih terbuka. Ini yang kita dorong,” ucap Erick. ***

Rekomendasi