Erat dengan Putin, Roman Abramovich Isunya Diblacklist Pemerintah Inggris, Bagaimana Nasib Chelsea Setelahnya?

inNalar.com – Invasi Militer Rusia terhadap Ukraina saat ini berpotensi menyebabkan pukulan finansial yang sangat besar bagi Pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Anggota parlemen Partai Buruh, Rhondda Chris Bryant, telah menyerukan agar aset Roman Abramovich di Inggris disita.

Selain karena kedekatan Abramovich dengan Putin, seruan Bryant muncul setelah adanya temuan dokumen Home Office yang bocor di Parlemen.

Berbicara dalam hak istimewa di parlemen, setelah Vladimir Putin melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina, Rhondda Chris Bryant mengatakan bahwa Abramovich seharusnya tidak lagi dapat memiliki klub sepak bola di Inggris.

Baca Juga: Tips Parenting Ala Ibunda Lala Shabira, Ajarkan Anak Bahwa Adab Sebelum Ilmu

Seruan Bryant tersebut didasari setelah membaca kutipan dari apa yang ia klaim sebagai dokumen 2019 yang bocor dari Home Office.

Pemerintah Inggris sebelumnya telah mengumumkan sanksi terhadap Rusia, karena pengerahan pasukan ke dua wilayah yang dikuasai pemberontak di Ukraina. Sanksi tersebut termasuk lima bank yang asetnya telah dibekukan. Selain itu juga ada tiga miliarder Rusia yang akan dilarang bepergian ke Inggris.

Namun yang terjadi saat ini adalah bahwa Abramovich belum terkena sanksi tersebut. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengakui bahwa dia telah salah dalam membuat pernyataan. Johnson kemudian memberitahukan kepada anggota parlemen bahwa Abramovich sudah menghadapi sanksi.

Baca Juga: Al Quran Surah Al Mursalat Ayat 31 Sampai 40 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia

Sementara Anggota parlemen dari Partai Buruh, Margaret Hodge sempat mengajukan pertanyaan kepada Johnson mengenai sanksi lebih lanjut yang tidak jadi dikeluarkan. Hodge mempertanyakan mengapa lebih banyak orang di Daftar Navalny, termasuk Abramovich, tidak diberi sanksi.

Sebelumnya, pada tahun 2018 Chelsea telah menghentikan rencana untuk membangun stadion baru senilai $680 juta, setelah penundaan pembaruan visa milik Abramovich oleh imigrasi Inggris. Banyak pihak menilai bahwa situasi tersebut diyakini terkait hubungan dekatnya dengan Vladimir Putin.

Seperti dilansir dari Financial Times, Abramovich tidak dapat masuk ke Inggris dan melewatkan kemenangan Chelsea di final Piala FA pada 2018.

Baca Juga: Ada Promo Serbu Hemat Janji Jiwa hingga Akhir Bulan, Simak Apa Saja Promonya

Tindakan keras terhadap perpanjangan visa Abramovich tersebut, terjadi setelah taipan Rusia itu ada dalam kasus pembunuhan mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal di Salisbury. Namun Abramovich akhirnya bisa kembali ke Inggris pada 2021.

Abramovich adalah pemegang saham terbesar di perusahaan grup baja dan pertambangan Evraz. Dengan terjadinya invasi Rusia ke Ukraina baru-baru ini, berdampak langsung pada penilaian sahamnya yang turun 29 persen. Saham Abramovich diperkirakan bernilai sekitar $ 13,6 miliar.

Chelsea sendiri sering menghabiskan banyak uang di bursa transfer. Musim panas lalu misalnya, mereka telah mengeluarkan $133 juta untuk merekrut kembali striker Romelu Lukaku dari Inter Milan. Di tahun sebelumnya, mereka mendatangkan Kai Havertz, Timo Werner, Ben Chilwell, dan Edouard Mendy dengan nilai transfer keseluruhan $251 juta.

Baca Juga: Menelisik Sejarah Sumber Konflik Rusia Ukraina, Awalnya Terkait Masalah Status Krimea

The Blues juga telah berusaha untuk menyeimbangkan pembukuan melalui penjualan pemain, terutama dengan menjual produk akademi mereka.

Musim panas lalu misalnya, Marc Guehi dijual ke Crystal Palace seharga $24 juta. Marc bahkan belum memainkan satu pun pertandingan di Liga Premier untuk Chelsea.

Tambahan $127 juta juga datang melalui penjualan Fikayo Tomori, Tammy Abraham dan Kurt Zouma. Dengan demikian, ketergantungan pada investasi dari kantong Abramovich tidak lagi terjadi seperti pada pertengahan 2000-an lalu.

Baca Juga: 28 Februari 2022 Peringatan Isra Miraj, Simak 1 Hal yang Jarang Diketahui Umat Muslim saat Peristiwa Terjadi

Namun jika Abramovich dikenai sanksi, maka akan berdampak signifikan terhadap jumlah uang yang secara pribadi dapat dimasukkan ke dalam klub.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, Chelsea sudah tak bergantung lagi pada uang pribadi miliarder Rusia itu setelah The Blues bisa lebih mandiri dalam mengelola keuangannya.***

Rekomendasi