Epik! Enggan Gusur Tanah Warga, Jalan Tol di Yogyakarta ini Dibangun Melayang di Atas Sungai


inNalar.com –
Pemerintah melalui Kementerian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berupaya membangun insfratuktur di berbagai wilayah Indonesia salah satunya di Yogyakarta.

Pembangunan jalan tol yang saat ini sedang gencar dilakukan dibeberapa wilayah itu ada yang dibangun di atas sungai. Salah satunya di atas sungai selokan mataram.

Lebih lanjut, Kementerian PUPR berupaya menerapkan Konsep Green Toll Road di sebagian besar ruas tol di Indonesia.

Baca Juga: Paling Strategis di Jawa Timur, Mall Seluas 170.000 M2 di Surabaya Justru Sepi bak Kuburan

Salah satu yang menerapkan Konsep Green Toll Road ialah Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.

Konsep tersebut selaras dengan arahan dari Gubernur DIY sekaligus Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubowono mengenai penjagaan ekosistem lingkungan dan cagar budaya yang ada di Jogja.

Ruas tol ini berdiri di atas selokan mataram yang mempunyai keindahan dan penuh dengan nilai historis.

Baca Juga: Telan Biaya Rp65,2 Triliun, Swedia-Denmark Disatukan Jembatan Terpanjang di Eropa: Tembus Bawah Laut!

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki total Panjang 75,12 km, membentang dari Banyurejo-Sleman hingga Bawen-Magelang.

Tol tersebut merupakan bagian dari Proyek Stategis Nasional yang dinantikan akan melewati 2 provinsi, yaitu Jawa Tengah dan DIY.

Proses pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 ruas Jogja-Banyurejo telah mencapai 67 persen.

Baca Juga: Dalam 2.041 Hari, Proyek Waduk Terbesar Gorontalo Ini Sapu Habis Sejumlah Aset Pemerintah di Lahan 1.196 Ha

Proses pembangunan kontruksi seksi 1 saat ini memaksimalkan lahan yang sudah bebas seperti pekerjaan struktur mulai dari Jembatan Kali Sangu Banyu, Kali Mataram, Evelevated 1, Evelevated 2, Evelevated 3, Evelevated 4, Box Culvert, dan Box Underpass, pekerjaan badan jalan dan perbaikan tanah.

Dalam proses pembagunannya akan tetap memperhatikan aspek historis dari Keraton Yogyakarta dan situs-situs cagar budaya serta purbakala yang berada di wilayah tersebut.

Hal itu bertujuan agar tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup serta menghasilkan keindahan yang dapat dinikmati oleh penguna jalan.

Baca Juga: Hampir Rampung! Jalan Tol 174 KM Penguhubung Pesisir Jawa Barat-Jawa Timur Siap Jadi Proyek Bergengsi

Dilansir dari situs resmi BPJT, proses sertifikasi Green Tool Road Indonesia dilakukan oleh Green Infrastructure and Facilities Indonesia yang merupakan sub divisi Green Product Council Indonesia (CPCI),organisasi nirlaba di bawah naungan Global Ecolabel Network (GEN).

Koneksivitas jalan tol sangat mempunyai manfaat besar di setiap sektor, utamanya dalam peningkatan perekonomian.

Oleh karena itu, perlu terus diperhatikan setiap aspek yang ada di dalamnya agar setiap tahapan menghasilkan pengembangan yang berkualitas untuk ke depannya dan terus berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Indeks Bisnis UMKM BRI Q3 2024: Ekspansi Melambat, Saatnya Perkuat Daya Beli

Disamping itu, pengelolaan limbah sampah di sepanjang tol ini harus dikelola dengan baik, begitu pula dengan pengelolaan lingkungan jalan tol secara umum.

Penilaian Green Toll Road Indonesia di antaranya meliputi enam indikator seperti linkungan, kelayakan dan pelayanan, material, efisiensi energi dan air, akses, konstruksi serta kerjasama kewilayahan.

Indikator tersebut mempunyai tujuan seperti yang tertulis dalam Sustainable Development Goals (SDGs) United Nations.***(Ummi Hasanah)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]