Ella Wayeya, Tentara Israel Berdarah Arab Ini Sebut Tindakan Hamas Lawan Kemanusiaan dan Islam, Tapi Datanya..

inNalar.com – Mayor Ella Wayeya, publik banyak yang belum mengenal sosok wanita muslim keturunan Arab ini yang merupakan bagian dari pasukan tentara Israel.

Pada salah satu postingan akun instagram pribadi milik Mayor Ella Wayeya @captain_ella_waweya, dirinya nampak secara aktif menjadi perpanjangan lidah pasukan tentara Israel dalam menyuarakan berbagai hal, terutama berkaitan dengan serangan Hamas pada Sabtu, 7 Oktober 2023.

Pada sebuah postingan Instagram pribadinya, Mayor Ella Wayeya menyampaikan bahwa Hamas merupakan sebuah organisasi teroris yang harus dihentikan Israel.

Baca Juga: Proyek Jalan Tol Cilacap-Jogja Digarap 2024, 50 Desa di Purworejo Ini Akan Terkena Dampak, Daerah Mana Aja?

Salah satu video yang diunggah pada 18 Oktober 2023, mayor Arab muslim pertama ini menyebut bahwa apa yang dilakukan pasukan zionis telah disalahpahami publik.

Menurut Ella Wayeya, kejadian 7 Oktober 2023 telah membuka mata penduduk Israel bagaimana Hamas dinilai telah melakukan pelanggaran kemanusiaan dan tidak mewakili sikap muslim.

Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa serangan roket yang beruntun, penculikan, pembantaian, dan aksi kriminal lainnya itu telah dilakukan oleh Hamas terhadap penduduknya.

Baca Juga: Pemaksaan Politik Dinasti Jokowi Bisa Kacaukan Negara, Peneliti BRIN: Hancurnya Demokrasi Rasional!

Korban yang berjatuhan saat serangan ke penduduk sipil zionis ini pun meliputi wanita, bayi, dan orang lanjut usia.

Mengutip dari pernyataan Mayor Ella Wayeya, “Hamas bertindak melawan kemanusiaan dan tidak sesuai Islam.”

Tentara Israel kelahiran darah Arab ini menyebut bahwa segala yang terjadi saat ini semua berawal karena Hamas.

Baca Juga: Ada Sejak 1986, Jembatan di Samarinda Kalimantan Timur Punya 6 Bentang, Pembangunan Libatkan Teknologi Belanda

Lalu, bagaimana dengan data statistik dampak serangan Israel ke Gaza yang menurutnya ‘semua karena Hamas’ ini?

Apabila kita membuka data korban jiwa selama 31 hari terakhir, setidaknya hingga periode Selasa, 7 November 2023 tercatat sudah ada lebih dari 10.022 warga Gaza di Palestina yang tewas akibat konflik antara Zionis Israel – Militan Hamas ini.

Adapun korban meninggal dunia di wilayah West Bank pun terpantau ada 147 orang.

Setidaknya hingga 6 November 2023, terdapat 25.400 korban luka dari warga Gaza di Palestina yang pada akhirnya jauh melampaui pihak luka di Israel.

Adapun sekitar 75 persen dari total korban jiwa, didominasi dengan usia anak-anak dan wanita, merujuk dari data update per 5 November 2023.

Artinya, terdapat ketidaksesuaian pernyataan pihak Israel, dalam hal ini diwakili oleh juru bicara penutur Arab Ella Wayeya, karena pada kenyataannya serangan zionis pun menyasar korban sipil yang sarat melanggar garis kemanusiaan. ***

Rekomendasi