

inNalar.com – Nama Doni Salmanan tengah menjadi sorotan publik karena ditahan oleh kepolisian karena diduga telah melakukan kasus penipuan dan pencucian uang. Doni Salmanan ditahan oleh Bareskrim Polri sejak hari Selasa, tanggal 8 Maret 2022.
Pada konferensi pers di hari Selasa tanggal 15 Maret 2022 kemarin, Doni akhirnya tampil di publik dengan memakai baju oranye. Di konferensi pers tersebut, Doni nampak terlihat santai. Pada kesempatan tersebut, Doni Salmanan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia terkait kasus yang menimpanya.
“Saya meminta maaf kepada warga Indonesia terkait dengan kasus trading binary option,” tutur Doni Salmanan.
Baca Juga: Rizky Febian Dipanggil Bareskrim sebagai Saksi Terkait Kasus Doni Salmanan
Selain itu, ia juga meminta doa kepada masyarakat agar hukumannya bisa diberikan keringanan.
“Mohon doa kepada semua masyarakat agarsanksi saya bisa diringankan. Dan saya juga berharap agar masyarakat bisa berhati-hati,” tambah Doni.
Ada hal yang mengejutkan dari permintaan maaf Doni Salmanan. Ketika meminta maaf, Doni Salmanan terlihat tersenyum sumringah dan tangannya dimasukkan ke kantong celananya. Mengenai gaya minta maafnya yang menjadi sorotan tersebut, pakar ekspresi buka suara.
Joice Manurung seorang pakar ekspresi memberikan pendapatnya terkait gaya minta maaf Doni Salmanan kepada publik. Menurut Joice, Doni terlihat tenang dan bisa mengendalikan situasi dan emosi dalam dirinya.
Baca Juga: Lihat Porsche yang Dijual ke Doni Salmanan Diangkut Polisi, Arief Muhammad: Mobil Langka Itu
“Bahasa umumnya tenang, tenang tidak terlihat adanya body movement dan head movement. Itu adalah kekuatan yang bersangkutan dalam mengendalikan situasi dan emosi dirinya,” kata Joice.
Namun menurut Joice, memasukkan tangan ke kantong celana memiliki arti defensif dan powerless.
“Namun apakah itu benar tenang? Memasukkan tangan ke kantong celana punya beberapa makna. Pertama, unsur defensif atau mempertahankan diri. Kedua, itu adalah ciri dari powerless. Di posisi ini, dia merasa tidak berdaya. Jari jemari juga menunjukan seberapa orang aman dan nyaman jika ia memperlihatkannya ke publik, kalau disembunyikan berarti ya sebaliknya.”
Selain itu, Joice juga memaparkan bahwa dalam diri Doni Salmanan juga ada perasaan cemas. Tanda itu bisa dilihat dari caradia mengatupkan tangannya.
“Dia angkat tangan ke atas sebagai cara untuk open, dia terbuka kepada publik lalu dia katupkan kembali, itu unsur defensifnya muncul lagi. Tangan terkatup juga artinya ada perasaan cemas dalam dirinya. Walau publik tidak melihat secara kasat mata, namun secara internal ia merasakan cemas yang signifikan> Tapi dia cukup terampil dalam mengelola perilakunya,” tambah Joice.
Selain Joice, pakar ekspresilain yaitu Kirdi Putra juga menuturkan pendapatnya terkait body language Doni Salmanan.
“Minta maafnya terkesan terburu-buru, bukan sesuatu yangg dihayati. Dia memasukkan tangan ke kantong celananya karena ada tenaga stres yang muncul, ia tertekan. Ini juga menandakan dia malu maka dia perlu untuk menyembunyikan tangannya. Dia sebenarnya tidak mau berkomunikasi,” tutur Kirdi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi