Eksotisme Tepian Sungai ‘Kota Tambang’ di Kalimantan Timur ini Sajikan Panorama Senja Paling Beda, Bisa Tebak?

inNalar.com – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ternyata memiliki pemandangan tepian kota yang cukup unik dan beda daripada kebanyakan visual dari berbagai kota di Indonesia.

Tentu menjadi berbeda karena wilayah di Kalimantan Timur ini miliki luas yang sebenarnya tidak terlalu besar, yakni 34.127 kilometer persegi.

Namun dengan wilayahnya yang dibelah oleh Sungai Segah yang sangat lebar membuat Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ini miliki sebuah sudut tepian kota yang sajikan panorama eksotis di tepian sungainya.

Baca Juga: Ada yang Tahu? Bukit di Kalimantan Timur Ini Dulunya Tempat Pembuangan Mayat Para Pekerja Romusha, Namanya…

Keindahan Sungai Segah, terutama saat senja, membuat banyak lapak kuliner berbaris membentuk pusat kuliner dan meramaikan kota saat malam hari Berau, Kalimantan Timur.

Tentu menyantap kuliner di tepian Sungai Segah sembari mengintip perkotaan Berau di seberang sungai menjadi alasan utama warganya ingin menikmati kuliner dan pemandangan di tepian kota ini.

Namun ternyata yang menarik tidak hanya itu saja, wilayah mungil yang dibelah oleh sungai raksasa ini ternyata menyajikan pemandangan lainnya.

Mengingat karakteristik Sungai Segah di Berau yang kedalamannya 30 meter ini, ternyata sungai tersebut dimanfaatkan sebagai jalur transportasi batubara.

Baca Juga: Serap Dana APBN 973 Miliar! Masjid Agung IKN Kalimantan Timur Mampu Tampung 1 Juta Jamaah, Terbesar di Dunia?

Dilansir inNalar.com dari laman Pemerintah Kabupaten Berau, 5 kecamatan di salah satu daerah di Kalimantan Timur ini menjadi daerah penghasil batubara, yaitu Segah, Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur.

Potensi batubara di wilayah tersebut membuat citra daerah yang satu ini seperti ‘Kota Tambang’ yang berada di hamparan luasnya Kalimantan Timur.

Alhasil, kita akan menikmati panasnya pentol dan aneka jajanan lainnya yang dijual oleh Lelek di pinggiran sungai dengan eksotisme tongkang raksasa yang membawa setidaknya dua hingga tiga gundukan batubara.

Pada pagi harinya akan ada banyak penjual menyajikan menu sarapan. Namun waktu sore sekitar pukul 17.00 WITA, berbagai penjual mulai membuka lapaknya.

Baca Juga: Lawan Illegal Fishing, Intip Desa Tertua Penjaga Pesut di Sungai Mahakam Kalimantan Timur, Ada Homestaynya!

Tersedia meja dan kursi yang persis berada di pinggir sungai agar kita dapat menikmati semilir angin dan pemandangan tongkang batubara yang berlalu lalang di tengah sungai.

Namun kebanyakan warga Berau akan lebih memilih untuk duduk bersantai di pagar pembatas sungai yang cukup untuk dijadikan tempat duduk sembari menikmati pemandangan.

Jika berjunjung ke pusat kuliner dan nongkrong di tepian Sungai Segah, Berau, Kalimantan Timur ini jangan sampai lupa mencoba minuman Sarabba.

Sarabba adalah minuman jahe panas yang dicampur dengan telur. Sensasi panasnya akan menyegarkan tenggorokan dan memiliki rasa unik legit berkat campuran telurnya.

Meski minuman tersebut berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, Sarabba merupakan minumkan ikonik yang paling diincar ketika warganya berkunjung ke tepian kota ini.

Demikian sekilas penampakan tepian kota khas Kalimantan Timur yang ada di Kabupaten Berau dengan eksotisme tongkang batubara.

Sebagai informasi, kata ‘Pak Lek’ atau ‘Lelek’ adalah bahasa yang sering diucapkan warga Berau untuk menyebut para penjual yang mayoritas berasal dari transmigran terutama dari Jawa Timur.

Pengucapan ‘Pale’ diambil dari kata ‘Pak Lik’ dalam bahasa Jawa. Hal tersebut didasarkan pada ikatan sejarah warga Berau bersama dengan para transmigran dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat setidaknya sejak tahun 1983.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]