

inNalar.com – Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, dan salah satu yang paling berharga adalah tambang emas.
Dilansir dari gold.org, Indonesia menempati peringkat ke-9 sebagai negara penghasil emas terbesar di dunia.
Berdasarkan data dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM, pada tahun 2019 Indonesia mampu memproduksi 109 ton emas.
Pada tahun 2021, jumlah produksi meningkat menjadi lebih kurang 117,5 ton.
Daerah penghasil emas yang pasti terbersit dalam benak kebanyakan masyarakat adalah Papua, tepatnya di Kabupaten Mimika, karena menjadi lokasi tambang emas terbesar di Indonesia.
Tambang ini dikelola oleh PT Freeport, dengan produksi mencapai sekitar 240 kilogram emas per hari dan cadangan sebesar 1,76 juta ton.
Baca Juga: Ada Jembatan Unik di Tol IKN Seksi 3B, Tapi Manusia Jangan Coba-Coba Lewat
Namun, bukan hanya Papua yang kaya, pulau-pulau lain di Indonesia juga menghasilkan emas dalam jumlah besar. Berikut adalah rinciannya:
1. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Di Pulau Sumbawa, tepatnya di Tambang Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat terdapat tambang yang dikelola oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara.
Baca Juga: Kucurkan Dana Rp75 Miliar, Lahan Waduk di Jawa Tengah Seluas 75 Hektare Ini Bakal Dipercantik
Tambang ini dibangun sejak tahun 2000 dan memiliki cadangan sekitar 2,77 juta ons emas mentah.
Tambang serupa lainnya di NTB adalah Tambang Onto di Kabupaten Dompu yang dikelola oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) sejak 2010.
Meskipun tergolong baru, Tambang Onto memiliki cadangan logam mulai yang besar, dengan total potensi mencapai sekitar 507 juta ton untuk seluruh wilayah NTB.
2. Provinsi Maluku Utara
Tambang Emas Gosowong terletak di Halmahera Utara dan dikelola oleh PT Nusa Halmahera Minerals.
Tambang ini memiliki cadangan sekitar 26,9 ton di area seluas 29.622 hektare, dengan nilai total sumber daya diperkirakan mencapai Rp70-80 triliun.
Baca Juga: Peran Kuat Agen BRILink di Pelosok Sumatera Utara, Bukti Keberhasilan BRI Perluas Inklusi Keuangan
Dengan cadangan ini, Tambang Gosowong diproyeksikan dapat beroperasi hingga sepuluh tahun ke depan.
3. Provinsi Kalimantan Tengah
Di Kabupaten Kapuas tepatnya Di Desa Pujon, terdapat salah satu lokasi penambangan emas terbesar di Kalimantan Tengah yang sering dijuluki “Desa Emas”.
Sebab, hampir seluruh penduduknya, sekitar 99%, berprofesi sebagai penambang aurum dan cadangannya diperkirakan hingga 40 juta ton.
Meskipun besar, penambangan di Pujon umumnya masih dilakukan secara tradisional oleh masyarakat setempat.
Prosesnya dimulai dengan menggali tanah hingga mencapai lapisan pasir, lalu menyedot tanah menggunakan mesin khusus yang dihubungkan dengan alat penyaring pasir.
Logam mulia ini akan terpisah dalam proses penyaringan ini, dan dalam satu kali penyedotan, para penambang bisa memperoleh emas hingga 1-2 ons.
Selain metode penyedotan, penambangan di Pujon juga menggunakan sistem “lanting,” yaitu penambangan yang dilakukan di tengah sungai dengan alat penyaring apung.
Ada pula masyarakat di Pulau Kalimantan ini yang masih menggunakan metode pendulangan tradisional dengan alat kayu bulat yang menyerupai piringan besar.
4. Provinsi Jawa Timur
Di Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di kawasan Tujuh Bukit, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran terdapat tambang aurium yang sangat luas.
Tambang Emas Tujuh Bukit ini memiliki luas hingga 4.008 ha dengan perkiraan cadangan mencapai sekitar 28 juta ons.
Namun, PT Bumi Suksesindo, sebagai pengelola tambang, hanya memanfaatkan sekitar 992 hektare untuk kegiatan penambangan emas.
Tambang di Pulau Jawa ini menyimpan sekitar 1,9 juta ton cadangan mineral aurum, menjadikannya salah satu lokasi penambangan yang strategis di Indonesia.
5. Provinsi Jawa Barat
Tambang emas besar lainnya di Pulau Jawa terletak di Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang berjarak 54 kilometer dari pusat Kota Bogor.
Tambang ini dikelola oleh Tambang Emas Pongkor (TEP) dan mulai beroperasi sejak tahun 1974.
Diperkirakan tambang ini memiliki cadangan bijih aurum lebih kurang 6 juta ton dengan kadar rata-rata 17,14 gram per tonnya.
Kekayaan aurum yang tersebar di berbagai wilayah ini menunjukkan betapa melimpahnya sumber daya alam yang ada di negeri ini.
Sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu penghasil aurum terbesar di dunia.
Keberadaan tambang-tambang aurum ini tidak hanya mendukung perekonomian nasional, tetapi juga memberikan peluang besar bagi kemajuan ekonomi daerah.
Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, kekayaan logam mulia Indonesia akan tetap menjadi warisan berharga, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan tempatnya berada.*** (Aliya Farras Prastina)