

inNalar.com – Sebuah desa di Kalimantan Utara rupanya berhasil mengubah nasib mereka menjadi penghasil udang terbesar di provinsi dengan penghasilan luar biasa.
Penghasilan itu tidak lepas dari peran puluhan kepala keluarga di Desa Balansiku, Sebatik Induk, Kabupaten Nunukan, untuk panen udang vaname di tambak seluas 2.800 meter persegi.
Merupakan hasil budidaya vaname pertama di Sebatik yang berhasil, diketahui hasil panen yang didapatkan dapat mencapai 6,4 ton ekor udang.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, penggerak di balik keberhasilan budidaya udang vaname ini adalah seorang ayah yang memiliki tiga putri untuk dinafkahi.
Meskipun banyak yang meragukannya, sang ayah berusaha mendorong ekonomi masyarakat melalui budidaya vaname.
Dalam upayanya menciptakan “Kampung Vaname” di Sebatik, dirinya menghadapi tantangan dan mendapat bimbingan dari pihak terkait, termasuk Kadis Kelautan dan Perikanan Kaltara.
Hasilnya, siklus panen pertama mencapai 6,4 ton dengan benih sebanyak 450 ribu ekor, dan meningkat pada siklus kedua menjadi 6,7 ton dengan benih sebanyak 475 ribu ekor.
Pemilihan untuk melakukan budidaya vaname dikarenakan infrastruktur Sebatik yang mendukung kegiatan tersebut serta potensi udang yang besar di Kaltara.
Hasil budidaya udang vaname di tambak ini akan diekspor ke dalam dan luar negeri, di mana setiap kilo dihargai sebesar 54 ribu Rupiah.
Dengan patokan harga berkisar 54 ribu per kilo, panen sebesar 6,4 ton di desa ini pun menghasilkan sekitar 361,8 juta rupiah per panennya.
Menindaklanjuti hal tersebut, harga udang vaname di Sebatik pun akhirnya dibagi mencakup berbagai ukuran berdasarkan kesepakatan.
Seperti contohnya 175 ribu Rupiah per kilogram untuk size 15, kemudian 150 ribu untuk 20 ekor dalam satu kilogram.
Faktor yang menjadi kesuksesan tambak di Desa Balansiku ini didukung oleh lingkungan dengan manajemen limbah yang baik dan uji laboratorium terhadap udang.
Efisiensi dalam biaya produksi juga menjadi perhatian, dengan strategi seperti penggunaan tandon yang lebih tinggi dari kolam pembesaran.
Usaha budidaya udang vaname di Sebatik diharapkan akan terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Desa ini pun menjadi contoh bagi beberapa wilayah di Kaltara lain untuk meningkatkan perekonomian mereka dengan memanfaatkan lokasi yang berpotensi menghasilkan udang.***