Dulunya Lokasi Penambangan, Sungai di Sumatera Selatan Ini Diduga Mengandung Emas, Begini Nasibnya Sekarang

inNalar.com – Penemuan menggegerkan mengenai salah satu sungai yang berada di Sumatera Selatan menimbulkan dugaan akan kandungan emas.

Diketahui, emas yang terkandung di sungai tersebut ditemukan oleh salah seorang warga Desa Ujan Mas, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Konon, sungai tersebut memang menjadi tempat penambangan emas yang sudah dilakukan oleh warga selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Baca Juga: Sepulau Tapi Dua Negara, Inilah Fakta Menarik Pulau Sebatik di Kalimantan Utara yang Jarang Diketahui

Dilansir inNalar.com dari laman okuselatankab.go.id, pemerintah setempat membenarkan informasi mengenai kandungan emas di sungai yang melewati Desa Ujan Mas.

Akan tetapi, emas yang dapat ditemukan sebenarnya hanya berjumlah kecil, bukan berupa bongkahan besar.

Dulunya, masyarakat Desa Ujan Mas di Sumatera Selatan melimbang emas di masa panceklik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Porprov Jatim 2023: Mengulas Sejarah Menarik Tuan Rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur dari Setiap Tahun

Namun, keresahan terjadi ketika beredar informasi mengenai penemuan bongkahan emas di aliran sungai Sumatera Selatan tersebut.

Informasi itu mengatakan bahwa bongkahan emas terlihat jelas di antara bebatuan, menjadikan sungai di Sumatera Selatan ini penyimpan harta karun.

Dikatakan, bongkahan emas muncul ke permukaan akibat adanya aktivitas pengerukan pasir dan bebatuan di sekitar sungai.

Baca Juga: Dibangun Sejak Tahun 2008, Pelabuhan di Kalimantan Selatan Ini 11 Tahun Mangkrak, Rogoh Kocek Rp100 Miliar?

Hal tersebut menimbulkan kesalahan informasi di mana sebenarnya kandungan emas di Sungai Are, Sumatera Selatan tidak sebanyak itu.

Banyak orang dari luar Sumatera Selatan yang berbondong-bondong datang hanya untuk mengeruk pasir berharap mendapatkan emas yang serupa.

Kegiatan tersebut tentunya menimbulkan keresahan, terutama terhadap warga asli di Desa Ujan Mas.

Pasalnya, warga setempat juga sudah tidak pernah melakukan pengerukan karena jumlah emas yang memang hampir tidak terlihat.

Penambangan emas juga dilakukan secara pribadi oleh warga setempat menggunakan cara tradisional.

Namun, aktivitas tersebut sudah berhenti mengingat jumlah emas yang sudah sangat jarang ditemukan.***

Rekomendasi