

inNalar.com – Bandara yang berada di Kalimantan Barat ini awalnya adalah sebuah lapangan terbang yang digunakan oleh militer, namun setelah berkembangnya zaman dan juga melewati banyak hal akhirnya bandara ini dibuka untuk sipil.
Perlu diketahui bahwa bandara ini memiliki nama Bandar Udara Supadio, awalnya pangkalan dari TNI AU Supadio melakukan perjalanan menuju suatu daerah yang ditutupi oleh hutan belantara.
Bandara Supadio merupakan bandara kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Barat yang terletak di Kabupaten Kubu Raya.
Diketahui bahwa Bandara Supadio sekarang berkategori sebagai bandara internasional yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.
Luas yang dimiliki oleh Bandara Supadio adalah 528 hektar dan memiliki fasilitas garbarata berjumlah tujuh.
Pada tahun 1951 Indonesia memulai usaha untuk membangun kembali lapangan terbang yang awalnya dipegang oleh belanda dan belanda mengalami kekalahan oleh jepang.
Sebelumnya Bandara Supadio dikenal dengan sebutan Bandar Udara Sei Durian, jarak dari Pontianak menuju ke darah Kabupaten Kubu Raya memiliki jarak 17 km.
Ketinggian dari Bandara Supadio Kalimantan barat berada di 3 mdpl, nama Bandara Supadio sendiri diambil dari seorang TNI AU yang memiliki pangkat perwira.
Perwira TNI AU tersebut meninggal saat melakukan tugasnya dalam kecelakaan pesawat PNB saat berada di daerah Bandung yakni pada tahun 1966.
Landasan pacu pada area Bandara Supadio digunakan secara bersama dengan pangkalan udara supadio yang memiliki tipe B.
Penerbangan pesawat yang dimiliki oleh Bandara Supadio berjumlah 8 maskapai penerbangan yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Super Air Jet, Pelita Air, Nam Air, dan Wing Air, serta Sriwijaya Air.
Maskapai penerbangan Bandara Supadio pernah mengalami kecelakan yaitu pada tahun 2010 tepatnya pada tanggal 2 November pesawat Lion Air yang memiliki rute penerbangan dari Jakarta menuju ke Pontianak Kalimantan Barat.
Seluruh penumpang dinyatakan selamat dari kecelakaan maskapai penerbangan tetapi terdapat beberapa yang terluka dan cedera.
Selanjutnya yaitu pada tahun 2012 tepatnya pada tanggal 1 juni maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengalami kecelakaan dari rute Jakarta menuju ke Pontianak karena tergelincir.
Seluruh penumpang dinyatakan selamat tetapi pesawat mengalami kerusakan yang sangat berat sehingga harus diperbaiki.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi