Dulunya Dikuasai Asing, Smelter Tembaga Terbesar di Indonesia Hasilkan 900 Ribu Ton Konsentrat Kini Milik…

InNalar.com – Smelter tembaga terbesar kedua di Indonesia ternyata kini sudah tidak dimiliki oleh perusahaan asing lagi.

Smelter tembaga terbesar kedua di Indonesia itu di ketahui ada di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Smelter tembaga tersebut bernama PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Baca Juga: Nilai Investasinya Rp56,7 Triliun, PLTU Batang Jawa Tengah Ternyata Sempat Mandek, Simak Penyebabnya di Sini

PT Amman Mineral sendiri bukan nama sebenarnya karena sebelumnya bernama PT Newmont.

Melansir dari Repository UGM, PT. Newmont merupakan jenis tambang terbuka yang sudah berjalan sejak 1999.

Keberadaannya sendiri saat itu berada di luas wilayah Kontrak Karya 116,900 hektar.

Baca Juga: Jaya Selama 50 Tahun, Pabrik Tekstil Terbesar di Jawa Tengah Ini Mulai Karam dan Terancam Bangkrut, Kok Bisa?

Namun kini kepemilikannya pun berubah, tidak lagi dimiliki oleh asing namun kini milik pemerintah Indonesia.

Tidak hanya sebagian, namun 100 persen kepemilikannya bukan lagi PT Newmont.

Hal ini diketahui dari salah satu unggahan Pramono Anung selaku Sekretaris Kabinet (Seskab) RI.

Baca Juga: Kamu Mau Liburan tapi Bingung Cara Melipat Baju Biar Muat Banyak? Begini Triknya Agar tak Bawa Banyak Tas

Dalam unggahannnya di Instagram, Pramono Anung menjelaskan PT Amman kini 100 persen milik Indonesia.

Tak hanya itu, PT Amman Mineral saat ini sedang membangun smelter di lokasi pertambangan untuk proses hilirisasi.

“PT Amman Mineral, dulunya namanya PT Newmont…. Dulu dimiliki asing, sekarang 100 persen dimiliki oleh anak bangsa Indonesia,” tulis Pramono Anung.

“PT Amman sekarang membangun Smelter di lokasi tambang untuk proses Hilirisasi, manfaatnya akan lebih besar buat Bangsa Indonesia,”

Sebagai Insinyur Tambang, saya kagum dengan progress PT Amman,” jelasnya.

Media InNalar sebelumnya menyebutkan bahwa smelter PT Amman Mineral yang ada di Sumbawa ini sudah dibangun sejak pertengahan 2022.

Progres pengerjaannya pun diprediksi bakal rampung pada pertengahan 2024 tahun depan.

Selain itu, smelter tembaga ini diperkirakan bisa menghasilkan 900 ribu ton konsentrat dan menyerap ribuan tenaga kerja.

Kemudian dana yang digelontorkan untuk membangun smelter tembaga ini mencapai Rp14,7 triliun.***

 

Rekomendasi