

InNalar.com – Hingga akhir tahun 2017, salah satu daerah di Kabupaten Gresik Jawa Timur ini masih menjadi desa miskin dan tertinggal
Desa di Jawa Timur tersebut ialah Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. Adapun, saat itu, Nilai Indeks Desa Membangun (IDM) hanya 0,55.
Pada tahun 2022 Desa ini bertransformasi menjadi desa mandiri dengan nilai IDM mencapai 0,88 dan terus meningkat. Sedangkan, pada tahun 2022 IDM yang dicapai Desa Sekapuk mencapai 0,89 sebagaimana dilansir dari Kemenparekraf.
Baca Juga: Viral! Diduga Kebut-kebutan dan Mabuk, Mobil Ferarri Tabrak 5 Kendaraan di Bundaran Senayan
Selain berhasil keluar dari kategori desa miskin dan tertinggal, daerah ini juga menobatkan diri sebagai desa milliarder.
Tidak tanggung-tanggung, pada tahun 2020, laba bersih yang diterima oleh BUMDes sebesar Rp 4,71 milliar dengan pendapatan sebesar Rp 7,49 milliar.
Melalui penghasilan itu, pemerintah desa bisa memberikan beasiswa kepada pelajar asal desa Sekapuk mulai SD, SMP, SMA.
Hingga beasiswa untuk Perguruan Tinggi bagi anak-anak yang berprestasi dan dari keluarga kurang mampu.
Ada enam jenis usaha yang dikelola oleh BUMDes Sekapuk, diantaranya: Pertama, Pengelolaan Air Masyarakat. Pada tahun 2020 BUMDes menghasilkan omzet sebesar Rp 340,26 juta dan meningkat di tahun 2021 menjadi 393,17 juta.
Sedangkan pada tahun 2022, omzetnya menembus angka Rp 433,22 juta.
Kedua, usaha multi jasa yang melayani simpan pinjam masyarakat. Usaha ini pada tahun 2020 menghasilkan omzet Rp 136,29 juta dan meningkat tahun 2021 sebesar Rp 169,20 juta.
Sementara itu, untuk tahun 2022 jumlah omzet mencapai angka Rp 177,98 juta.
Ketiga,Pengelolaan tambang. BUMDes yang mengurusi pengelolaan tambang kapur ini mengelola sekitar 80 bidang lahan gunung kapur dengan menyewakan para pekerja.
Keempat, pengeloaan sampah. BUMDes pada tahun 2020 menghasilkan omzet Rp 81,65 juta dan meningkat pada tahun 2021 sebesar Rp 119,39 juta.
Meski demikian, pada tahun 2022 perolehan omzet sedikit menurun di angka Rp 91,59 juta.
Kelima, Prasarana olah raga terpadu. Usaha ini mulai berpenghasilan pada tahun 2021 sebesar Rp 2,06 juta dan meningkat menjadi Rp 7,76 juta pada tahun 2022.
Keenam, Destinasi wisata desa. Usaha ini pada tahun 2020 menghasilkan omzet Rp 5,07 milliar dan sedikit menurun pada tahun 2021 sebesar Rp 3,26 milliar.
Keuntungan yang dihasilan oleh BUMDes dan sumbangsihnya terhadap pendapatan asli desa nilainya lebih tinggi dari dana desa yang berasal dari pemerintah pusat.
Tidak tanggung-tanggung, Desa Milliarder ini memiliki berbagai kendaraan operasional, diantaranya alphard untuk pemdes, grand livina untuk PKK, Mazda Double Cabin untuk wisata, Expander untuk Bumdes, satu unit mobil ambulance standar covid-19 dan lain sebagainya.
Ada dua sumber penghasilan terbesar dari Desa Sekapuk ini, yaitu dari pengelolaan tambang dan destinasi wisata.
Destinasi wisata yang saat ini tren dan hits salah satunya Setigi (Selo Tirto Giri). Berlokasi di sekitar Jalan Deandles pantai utara Jawa Timur.
Wisata ini menjadi primadona wisatawan lokal dari warga gresik dan sekitarnya. Diantaranya warga Surabaya, Sidoarjo, Lamongan hingga Tuban. Wisata Setigi menyuguhkan pemandangan bukit batu kapur yang instagramable.
Kedepan, Desa tersebut akan terus digali potensi wisatanya, diantaranya pembangunan hotel apung berbentuk kapal cargo di pesisir pantai Desa Sekapuk, pembangunan komplek wisata agropolitan hingga pembangunan gedung sebaguna. ***