Dulu Harus Pakai Perahu, Jembatan Gantung Sepan Kareho di Kalimantan Barat Habiskan Dana Rp13, 65 Miliar

InNalar.com – Pembangunan infrastruktur masih terus dilakukan hingga saat ini di Perbatasan Kalimantan.

Difokuskan untuk pembangunan infrastruktur di perbatasan Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara.

Dilansir dalam tayangan youtube KemenPUPR, menteri PUPR bersama Ketua Komisi V DPR RI ini melakukan kunjungan untuk mengetahui perkembangan pembangunan infrastruktur jalan.

Baca Juga: Jalankan Program Transmigrasi, Soeharto: Rencana Pemindahan Penduduk Tidak Hanya Memindah Warga, Tapi…

Pembangunan infrastruktur ini dipastikan pada 2024 akan sampai pada tahap pengaspalan.

Beberapa jalan perbatasan yang ditangani merupakan jalan paralel, Aruk, Entikong, Naga Badau, Putussibau hingga menuju ke timur. 

Jalan perbatasan yang sudah disebutkan tersebut yang akhirnya menjadi PR yang harus diselesaikan.

Baca Juga: Mengenal Desa BRILIan Trawas: Giat Sukses Pelaku UMKM Kopi dan Jamur Tiram Berkat Inovasi dan Kreativitas

Khusus sebagaian ruas yang ditinjau, Nanga Era Batas Kalimantan Timur sepanjang 149 km ini tercatat 25 km sudah selesai diaspal. 

Hingga saat ini proses pengerjaan sampai pada tahap pengaspalan masih terus dilakukan secara bertahap karena dalam proses pembangunan infrastruktur ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

proses pengaspalan akan memakan waktu hingga Mei 2024, dan sisanya akan dikerjakan pada akhir 2024 hingga awal 2025.  

Baca Juga: Dikerjakan 150 Insinyur, Jalan Tol Jawa Barat Ini Punya 2 Terowongan Kembar, Habiskan Hampir Rp20 Miliar?

“Kami masyarakat selama ini sangat banyak mengalami kesulitan, tapi mudah-mudahan dengan jalan ini bisa memudahkan,” ujar Kepala adat Desa Kareho.

Selain Infrastruktur jalan, juga dibangun jembatan gantung yang berlokasi di Sepan Kareho. Jembatan gantung ini termasuk ke dalam infrastruktur yang berbasis masyarakat karena manfaatnya dapat langsung disakan manfaatnyaa.

Jembatan yang memiliki panjang 120 meter ini menghabiskan anggaran Rp 13,65 Miliar ini merupakan satu-satunya jembatan untuk menghubungkan desa Sepan menuju ke Putusibau.

Banyaknya perubahan yang ada di daerah tersebut, pasalnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ketika dahulu ke Kalimantan melakukan penyeberangan menggunakan perahu.

“Dengan berdirinya Jembatan Gantung ini sangat memudahkan akses transportasi masyarakat, baik pelayanan kesehatan menuju jalan induk ke Kota maupun mengurangi biasa pengeluaran,” ujar salah satu warga.

Jembatan gantung dapat memudahkan warga dalam beraktivitas, khususnya ketika dilanda bencana banjir. 

Menurut informasi pada saat belum adanya jembatan, para warga tidak bisa melakukan penyeberangan dan juga akses yang dilalui sangat rawan kecelakaan.***

 

 

Rekomendasi