

inNalar.com – Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur terkenal sebagai Kampung Santri karena banyaknya pondok pesantren dan warga yang beragama muslim.
Salah satu pondok pesantren besar dan terkenal di Ponorogo adalah Ponpes Gontor. Selain itu, banyak sekali pondok pesantren yang berdiri di wilayah terpencil.
Pada tahun 1980, Kyai Ali Murtadho mendirikan sebuah pondok pesantren di Kampung Sumbulan, Ponorogo, Jawa Timur.
Banyak sekali santri di pondok pesantren tersebut hingga Kampung Sumbulan, Ponorogo disebut sebagai kampung santri.
Diketahui bahwa warga yang tinggal di kampung santri berjumlah sekitar 30 KK sebelum akhirnya meninggalkan kampung tersebut.
Awal mula kampung santri mulai sepi adalah setelah wafatnya Kyai Ali Murtadho, pendiri pondok pesantren di Kampung Sumbulan, Ponorogo.
Baca Juga: Berusia 156 Tahun, Stasiun Tertua di Indonesia Masih Kokoh Berdiri di Grobogan, Jawa Tengah Lho
Setelah wafatnya beliau, santri di pondok pesantren juga semakin berkurang hingga akhirnya ponpes tidak berjalan sama sekali.
Di sisi lain, warga kampung santri di Ponorogo juga mulai meninggalkan wilayah tersebut karena beberapa faktor.
Kebanyakan warga yang sudah tua memilih untuk ikut dengan anak-anak mereka dimana sang anak sudah memiliki tempat tinggal di wilayah lain.
Hal tersebut membuat kampung santri di Ponorogo, Jawa Timur perlahan berubah menjadi kampung mati yang tidak berpenghuni.
Faktor lain yang menyebabkan kampung tersebut dijuluki sebagai kampung mati adalah wilayahnya ada di tengah-tengah persawahan dan jauh dari kampung lainnya.
Jalan sepanjang 2 kilometer untuk menuju kampung mati tersebut bahkan hanya terbuat dari tanah dan akan sangat licin ketika hujan.
Kampung santri di Ponorogo sudah 6 tahun menjadi kampung mati, namun masih ada beberapa warga yang berkunjung sesekali untuk merawat masjid.
Salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh hingga saat ini meskipun sudah menjadi kampung mati adalah Masjid Al-Murtadho.
Warga yang memiliki area sawah di sekitar kampung mati, Ponorogo, Jawa Timur, adalah yang sesekali merawat area masjid agar tetap bersih.***