

inNalar.com – PT Bukit Asam, Tbk adalah perusahaan legendaris yang berpusat di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Fokus garapan PT Bukit Asam (PTBA) adalah industri pertambangan batu bara yang telah melalui pahit manis bisnisnya sejak tahun 1938.
Baru-baru ini perusahaan berbasis batu bara ini mampu mencetak laba bersih sebesar Rp3,8 triliun, menurut data Laporan Keuangan Kuartal III 2023.
Rupanya capaian gemilang ini tidak lepas dari adanya peningkatan kinerja perusahaan melalui beberapa proyek ambisius yang tengah digarapnya.
Salah satunya adalah Proyek Angkutan Batu Bara. Garapan ini rupanya bukan hanya menjadi ambisi perusahaan semata dalam menggenjot produksinya.
Namun keterlibatan beberapa perusahaan milik pemerintah dalam proyek ini juga dilakukan demi mendukung keamanan rantai pasokan kebutuhan listrik nasional.
Oleh karena itu, Proyek Angkutan Batu Bara ini menggaet PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Tentu masing-masing pemain proyek ini akan memiliki perannya sendiri, sebagai gambarannya KAI akan menyiapkan dermaga dan sarana moda transportasinya.
Rencananya kapasitas daya tampung dermaganya sebesar 20 juta ton per tahun.
Sementara PT Bukit Asam fokus membangun fasilitas Train Loading System dan Coal Handling Facility.
Nantinya fasilitas Train Loading System ini akan digunakan untuk menampung batu bara yang dipindah dari tempat penyimpanannya ke dalam gerbong kereta api.
Adapun untuk Coal Handling Facility nantinya akan menjadi tempat penerimaan, penyimpanan, pengaturan, dan pemrosesan komoditas sebelum diangkut ke tujuan lainnya.
Lalu Bukit Asam akan menyuplai batu bara ke PLN agar kebutuhan listrik nasional tetap terjamin.
Adapun rute yang bakal dikembangkan di sini mulai dari titik Tanjung Enim menuju Keramasan dan target operasionalnya diharap rampung pada triwulan 2024.
“Jalur ini direncanakan akan beroperasi pada Triwulan IV 2024,” sebagaimana dikutip inNalar.com dari situs resmi perusahaan PT Bukit Asam, Tbk.
Dengan adanya pengembangan jalur kereta api untuk batu bara ini, diharapkan Bukit Asam mampu mencapai target produksi 72 ton per tahun setidaknya di tahun 2060 mendatang.
Berkat adanya proyek garapan ini, tercatat adanya total biaya yang berkaitan langsung dengan pihak berelasi PT Kereta API Indonesia.
Untuk realisasi proyek ini, PTBA tercatat menggelontorkan dana sebesar Rp6,21 triliun.
Adapun torehan pendapatan yang berhasil diraup selama periode Januari – September 2023 sebesar Rp27,7 triliun.
Asetnya pun juga terkumpul hingga total nilainya menembus Rp36 triliun, demikian sedikit informasi mengenai proyek yang tengah menjadi salah satu penguat kinerja keuangan PTBA. ***