Dukung Pendapatan Negara Rp17 Triliun, Kabupaten di Papua Ini Punya Potensi Ekspor Tuna Sirip Kuning ke Jepang hingga China

inNalar.com – Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Papua. Kawasan ini memiliki luas sekitar 2.602 kilometer persegi.

Kabupaten Biak Numfor saat ini sendiri disebut akan menjadi pusat ekspor ikan tuna segar terbesar di Papua.

Wilayah ini terdiri dari kepulauan yang ada di bibir Samudera Pasifik serta menjadi daerah maritim terdepan bagi tanah air.

Baca Juga: Serap 280.643 Tenaga Kerja, Realisasi Investasi Sepanjang 2023 di Jawa Tengah Sentuh Angka Rp77,02 Triliun

Kawasannya juga menyimpan keanekaragaman sumber daya hayati laut hingga potensi ekosistem kelautan yang sangat melimpah.

Pemerintah sendiri tengah berkomitmen dalam mewujudkan daerah tersebut sebagai pusat ekspor tuna terbesar mengingat sumber daya perairannya merupakan penghasil ikan tuna sirip kuning.

Melansir dari Antara, potensi kekayaan alam dikabupaten ini adalah ikan tuna. Tentu bisa menjadi modal dasar yang perlu dikelola secara berkelanjutan.

Baca Juga: Anggaran Diduga Bengkak Hingga Rp18,36 Triliun, Proyek RDMP Kilang di Balikpapan Ini Diharap Selesai Tepat Waktu!

Hal tersebut bertujuan supaya mampu meningkatkan kesejahteraan hingga kemakmuran masyarakat asli di Indonesia bagian timur.

Potensi ini akan menjadikan prospek ekonomi tersendiri dari hasil sumber daya kelautan di Pulau Biak. Nantinya ikan-ikan tuna tersebut berpeluang diekspor ke negara lain.

Seperti China, Amerika Serikat, atau bahkan Jepang. Perairan kawasan ini juga termasuk dalam Wilayah Penangkapan Perikanan Negara Republik Indonesia atau WPPNRI 717.

Baca Juga: Cuan Pengolahan Nikel Rp14,86 T, Harita Nickel Bangun PLTS 300 MWp di Maluku Utara Demi Transisikan Listrik Smelter, NCKL Ancang Dana Jumbo hingga…

Terlebih Kabupaten Biak Numfor mempunyai potensi ikan tuna yellow fin sebesar 1 juta ton setiap tahunnya.

Herry Ario Naap selaku Bupati Biak Numfor menjelaskan bahwa potensi sumber daya laut ini dapat mendatangkan pendapatan negara bukan pajak hingga Rp17 triliun per tahun.

Sementara itu, Budi Sulistyo selaku Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga angkat suara mengenai hal ini.

Baca Juga: Viral Curhat Seorang Pria Usai Dilantik Jadi Anggota KPPS yang Cuma Dapat Uang Rp25 Ribu, Warganet Malah Adu Nasib

Menurutnya, saat ini tengah dilakukan pembahasan kepada para pemangku kepentingan. Seperti maskapai penyedia jasa angkutan udara.

Pihaknya berencana melakukan ekspor ikan tuna langsung dari Bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak menuju Bandara Narita, Jepang.

Bahkan telah disiapkan pula untuk bisa memperoleh slot penerbangan.

Baca Juga: Dulunya Kumuh, Kampung di Surabaya Ini Bertransformasi Menjadi Kawasan Tujuan Wisata, Suasananya…

Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah berkomitmen untuk merealisasikan ekspor tuna segar dengan Kementerian Perhubungan.

Sampai saat ini, pekasitan ekspor tersebut masih terus dibahas dengan pengusaha eksportir, perusahaan, hingga mitra terkait.

Adapun perkiraan ekspor tuna segar dari Kabupaten Biak Numfor ini ditargetkan segera terwujud pada 2024.

Baca Juga: Unik! Monumen di Surabaya Ini Terbuat dari Kapal Selam Buatan Uni Soviet, Pernah Terlibat Pertempuran Laut Aru?

Untuk kapasitas ekspor memakai angkutan udara ini bisa menembus angka 20 ton setiap penerbangannya. ***

 

Rekomendasi