Duit Lahan Tembus Rp1,9 Triliun, Daerah di Tangerang Ini Sempat Kena Apes Gegara Proyek Jalan Tol Banten


inNalar.com –
Pembangunan jalan tol di sepanjang wilayah Tangerang, Banten tidak lepas dari dinamika pembebasan lahan.

Harga lahan di daerah terdampak proyek jalan tol Tangerang, Banten ini tentu berbeda dari rate bayaran pada umumnya.

Namun mengingat manfaat proyek yang begitu besar, Pemerintah RI sampai siapkan dana pembebasan lahan lebih.

Baca Juga: Disebut Jadi Solusi Krisis Iklim, ANDAL Proyek Tol ‘Atlantis’ Semarang – Demak Kena Hujam Kritik WALHI

Alokasi dana ganti rugi lahan daerah terdampak proyek jalan tol di wilayah Tangerang ini saja mencapai Rp1,9 triliun.

Sementara ongkos konstruksi jalan tol di Provinsi Banten ruas Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran ini pun mencapai Rp2,5 triliun.

Meski pembebasan lahan sudah dilakukan sejak 2013, rupanya pembangunannya baru dimulai 4 tahun setelahnya.

Baca Juga: Hilal Mitigasi Banjir Rob Semarang Makin Tampak, Proyek Tol Tanggul Laut ‘Atlantis’ Masih Sibuk ‘Disembuhkan’

Konstruksinya sendiri yang tadinya ditarget rampung 1,5 tahun, tetapi realitanya molor waktu hingga empat tahun.

Masa pembangunan yang panjang ini tentu tidak terlepas dari lika-liku hambatan pengerjaan proyeknya.

Imbas pembangunan tol penghubung Cengkareng dan Kunciran ini, setidaknya ada 5 daerah tersapu proyek ini.

Baca Juga: Flyover Besutan Pelindo 3 di Surabaya Segera Operasi, Keluar Pelabuhan Jawa Timur Ini Tak Lagi Pusing, tapi…

Daerah terdampak proyek jalan tol di Tangerang, Banten ini mencakup lima kecamatan sebagai berikut.

Kelima kecamatan tersebut di antaranya adalah Benda, Batuceper, Cipondoh, Tangerang, dan Pinang.

Lebih rincinya, sebanyak 133 hektare bidang lahan termakan oleh proyek jalan tol tersebut.

Baca Juga: Rencananya Membentang Sepanjang 54,3 Kilometer, Tol Gresik Tuban Ini Bakal ‘Lindas’ 2 Kecamatan, Kapan Dibangun?

Namun permasalahan yang menghadang rupanya bukan sekadar persoalan pembebasan lahan.

Satu daerah di Tangerang ini rupanya sempat mengalami hal apes imbas pengerjaan proyek jalan tol sepanjang 14,19 kilometer.

Daerah yang dimaksudkan ini adalah Kecamatan Benda. Apesnya, wilayah tersebut terkena banjir.

Baca Juga: Bakal Tabrak 40 Desa, Proyek Ruas Tol di Jawa Tengah Ini Masih Belum Ada Kepastian

Rupanya banjir tersebut disebabkan oleh sisa pengerjaan proyek jalan tol.

Jadi, sisa proyek tersebut menyumbat saluran air daerah sekitar lintasan jalan tol.

“Inilah yang menyebabkan lingkungan-lingkungan disekitar jalan tol menjadi tersumbat karena tertutup dan terhalang sisa-sisa proyek sehingga air tidak bisa mengalir,”ungkap Wakil Walikota Tangerang H. Sachrudin.

Tuturan Sachrudin tersebut dikutip inNalar.com dari Portal Pemerintah Kota Tangerang.

Kejadian tersebut dialami pada tahun 2020, tepat setahun sebelum lintasan tol diresmikan.

Sebagai informasi, pengerjaan proyek jalan tol tersebut selesai dan berhasil diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada April 2021.

Ruas tol yang dibangun membentang melalui Cengkareng, Batuceper, hingga Kunciran.

Beruntungnya, banjir yang sempat menggenang wilayah Benda ini segera ditindaklanjuti.

PT Jasa Marga Kunciran Cengkareng selaku pengembang jalan tol segera memperbaiki saluran tersumbat tersebut.

Usai keluhan warga Benda tersampaikan, akses di daerah vital Tangerang seperti Jalan Gelora turut diperbaiki.

Pasalnya daerah tersebut terdapat fasilitas umum seperti sekolah, masjid, hingga pesantren.

Seiring berjalannya waktu dan jalan tol di Tangerang, Banten ini berdiri megah dengan dana Rp5 triliun.

Tidak dapat dipungkiri warga daerah terdampak turut bahagia dengan adanya lintasan ini.

“Terkait dengan pembebasan lahan, hak ganti ruginya sesuai dengan harapan,” kata Safei, salah satu warga Kecamatan Benda, Tangerang, Banten.

Sebab Jalan Tol Cengkareng – Kunciran membuat warganya dapat lebih mudah mengakses Bandara Internasional.

Kini, warga sekitar bisa mengakses Bandara Soekarno-Hatta hanya dalam 20 hingga 30 menit saja.

“Dengan adanya JORR ini, kami dari daerah khususnya Kunciran Jaya Pakojan bisa akses ke bandara itu lebih cepat dan lebih lancar,” ungkap Misnan, salah satu tokoh agama di daerah terdampak proyek jalan tol ini.***

Rekomendasi