Dugaan Kuat Mengenai NII KW-9, Serta Keterikatannya dengan Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang


inNalar.com – 
Gerakan NII KW9 tengah menjadi sorotan publik karena terduga atas kasus penyesatan dan penipuan.

Perbincangan ini muncul pada pertengahan tahun 2011 serta adanya tudingan bahwa gerakan ini dilindungi oleh oknum aparat intelijen.

Al Chaidar, pengamat gerakan radikal dan dosen Universitas Malikus Saleh, menyatakan kekhawatirannya terhadap gerakan NII KW-9.

Baca Juga: Soal Wanita Sejajar dengan Laki-Laki saat Sholat, Alumni Al Zaytun Ini Sebut Itu Bukan Aliran Sesat

Diketahui, mereka dibiarkan melakukan kegiatan yang mendekati perilaku radikal untuk merekrut anggota dalam mendirikan negara Islam di masa depan.

Menurutnya, strategi tersebut menyimpang dan dapat menyebabkan kerusakan sosial serta berkontribusi pada pertumbuhan terorisme di dalam negeri.

Pendapat Al Chaidar mendapat dukungan dari Ken Setiawan, mantan anggota NII KW-9 yang sekarang memimpin NII Crisis Centre.

Baca Juga: Panji Gumilang Diduga Ajarkan Modus Doktrin Kafirkan Pemerintah Indonesia di Ponpes Al Zaytun

Ken Setiawan percaya bahwa dugaan keterlibatan oknum intelijen dalam melindungi gerakan ini memiliki dasar yang kuat.

Namun, pendapat tersebut ditolak oleh As’ad Said Ali, mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang sekarang menjadi salah satu petinggi Nahdlatul Ulama (NU).

As’ad Said Ali menegaskan bahwa teori tersebut tidak masuk akal karena NII KW-9 tidak dianggap sebagai ancaman oleh intelijen.

Baca Juga: Ribuan Data Pribadi Para Guru Ponpes Al Zaytun Diduga Bocor, Banyak Non PNS yang Tergabung

Menurutnya, meskipun ada aduan dan pengaduan terhadap gerakan ini sejak dulu, tidak ada cukup bukti untuk membawanya ke pengadilan.

Malahan, yang seharusnya perlu diwaspadai adalah kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan seperti Jemaah Islamiyah (JI) dan kelompok teror lainnya.

Akan tetapi, kali ini terungkap bahwa NII KW-9 memiliki keterkaitan yang erat dengan Pondok Pesantren Al Zaytun.

Dugaan ini diperkuat karena adanya pengakuan dari eks anggota NII KW-9 yang mengungkap bahwa Panji Gumilang, pimpinan Al Zaytun, juga menjadi pimpinan NII KW-9.

Diketahui, NII KW-9 mempraktikkan pengumpulan dana dengan dalih ajaran Islam yang disalahgunakan.

Ajaran NII KW-9 juga melibatkan penafsiran menyimpang terhadap ayat-ayat Al-Quran dan paham takfiri, yaitu mengkafirkan kelompok-kelompok di luar NII KW-9.

Budi Novijanto, Kasubdit Kontra Radikal Densus 88 Anti Teror Polri, menjelaskan bahwa setelah pemimpin NII KW-9 sebelumnya meninggal dunia, pengikutnya bergabung dengan kelompok jihad internasional.

Salah satunya yaitu dugaan terlibat dalam aksi terorisme melawan Amerika Serikat dan sekutunya.

Anggota Jemaah Islamiyah atau JI yang telah bergabung dengan kelompok militan internasional, merekrut aktivis NII lainnya yang memiliki pemikiran serupa.

Meskipun NII KW-9 tidak menggunakan taktik teror seperti JI, Panji Gumilang diduga memperkuat rekrutmen calon teroris dengan memupuk militansi dan kebencian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sehingga, NII KW-9 bisa menjadi ancaman apabila tidak ditindaklanjuti secara tepat.***(Ajeng Marcelliani)

Rekomendasi