Dua Perusahaan BUMN Genggam Proyek Infrastruktur di Filipina, Nilai Kontraknya Capai Rp8,4 Triliun

inNalar.com – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), mengerjakan dua proyek di Filipina.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan terlaksananya kunjungan kedua perusahaan BUMN ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, Filipina.

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mempererat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Filipina.

Baca Juga: Uni Emirat Arab dan Yordania Satukan Laut Mati – Laut Merah dengan Mega Proyek Senilai 2,3 Miliar USD

Dalam pertemuan ini, KBRI di Manila menyatakan komitmennya untuk mendukung promosi produk-produk Indonesia di Filipina.

Termasuk jasa konstruksi yang ditawarkan oleh ADHI-PTPP JV, guna memperluas pengaruh positif Indonesia di Filipina.

Kerja sama antara dua perusahaan Indonesia dan pemerintah Filipina dimulai sejak tahun 2023.

Baca Juga: Diprotes Warga, Proyek Pengolahan Limbah Tinja di Bali Senilai Rp3,2 Miliar Dihentikan

Ketika mereka mendapatkan kepercayaan untuk membangun infrastruktur perkeretaapian di negara tersebut.

Kedua pihak telah menandatangani dua kontrak utama, yakni proyek Malolos-Clark Railway Project CP S-01 dan South Commuter Railway Project CP S-03C.

Proyek infrastruktur ini berlokasi di Provinsi Laguna sekitar 50 kilometer di selatan Manila, dengan dua jalur utama.

Baca Juga: Proyek VMARS: Upaya Indonesia Proyeksikan Simulasi Kehidupan di Planet Mars

Meliputi struktur jalur viaduk sepanjang 1,2 kilometer dan satu stasiun layang di Blumentritt (CP S-01).

Serta South Commuter Railway Project dengan panjang 5,8 kilometer yang mencakup struktur viaduk jalur kereta dan dua stasiun layang di Sucat dan Bicutan (CP S-03C).

Proyek ini menandai pencapaian penting bagi dua perusahaan tersebut sebagai BUMN Indonesia, yang dipercaya untuk mengelola infrastruktur internasional besar.

Baca Juga: Kota Paling Gila di China, Bandara Megahnya Dibangun dengan Ratakan 7 Gunung hingga Keruk 6 lembah

ADHI-PTPP JV juga berperan dalam membawa nama Indonesia di ranah konstruksi internasional, dengan dukungan dari KBRI di Manila, yaitu promosi produk jasa konstruksi di pasar lokal Filipina.

Proyek ini direncanakan menggunakan Building Information Modeling (BIM) 8D, teknologi manajemen yang fokus pada kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Dengan menggunakan BIM 8D, resiko keselamatan pekerja dapat diidentifikasi dan dikelola lebih awal.

Baca Juga: Spektakuler! China Ledakkan 7 Gunung Demi Realisasi Proyek di Atas Awan Senilai Rp3,45 Triliun

Sehingga memungkinkan untuk dapat mengambil tindakan pencegahan yang lebih efektif dan lebih cepat dalam pelaksanaan konstruksi.

Pengerjaan pembangunan infrastruktur Malolos-Clark Railway CP S-01 selama 4 tahun, dengan kontrak sebesar Rp3,1 triliun.

Sementara pembangunan infrastruktur South Commuter Railway CP S-03C bakal berjalan selama 5,5 tahun, nilai kontraknya diketahui mencapai Rp5 triliun.

Groundbreaking dilaksanakan pada Maret 2024. Jadi estimasi penyelesaian pembangunan ini sekitar 2028 dan 2029.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]