

inNalar.com – dr Zaidul Akbar, seorang konsultan kesehatan holistik mengungkap bahwa rahasia umur panjang seseorang ternyata dengan mengonsumsi makanan bakteri.
Makanan bakteri atau yang familiar dikenal sebagai makanan fermentasi inilah yang dimaksudkan oleh dr Zaidul Akbar.
Apa yang diungkapkan olehnya tertuang pula dalam sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa rahasia umur panjang ini telah diterapkan sejak hampir 10.000 tahun silam.
Baca Juga: Eks Karyawan Minimarket Ini Sukses Geluti Bisnis Toko Kelontong Usai Bermitra dengan AgenBRILink
“Makanan fermentasi telah menjadi bagian dari pola makan manusia selama hampir 10.000 tahun, dan tingkat keragamannya di abad ke-21 sangat besar,” dikutip dari riset Leeuwendaal dkk dalam Nutrients yang dipublikasikan pada 6 April 2022.
Gaya hidup mengonsumsi makanan yang difermentasi pertama kali ditemukan di Cina pada 7000 SM.
“Bukti paling awal dari fermentasi makanan berasal dari periode Neolitikum, 7000 SM, di Cina,” dikutip dari “Fermented Foods, Health and the Gut Microbiome” dalam Nutrients (2022).
Baca Juga: Gaet China, Bendungan di Gowa Rp4,1 Triliun Diproyeksi Jadi Penangkal Banjir Sulawesi Selatan
Secara tradisional, manusia zaman kuno memfermentasi madu, buah, dan beras di sebuah bejana yang terbuat dari tembikar.
Cara tradisional tersebut ternyata sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh dr Zaidul Akbar, yaitu mengonsumsi makanan bakteri atau berbagai jenis asupan makan yang difermentasi.
“Bagaimana caranya kita untuk hidup sehat? Makan bakteri,” ucap dr Zaidul Akbar dalam tayangan YouTube dr Zaidul Akbar official.
Mengapa makanan bakteri atau yang melalui proses fermentasi dipandang ampuh menjadi rahasia umur panjang seseorang?
Menurut dr Zaidul Akbar, makanan bakteri atau maksudnya adalah makanan fermentasi mampu membantu tubuh melawan racun secara alami.
Kandungan bakteri baiknya akan membantu proses detoksifikasi tubuh, caranya adalah dengan mengembalikan keseimbangan mikroba usus.
Selain itu, makanan bakteri dipandang baik untuk kesehatan usus karena dapat membantu kurangi kadar patogen yang seringkali menjadi kontributor segala penyakit.
Dalam penelitian terpisah, diungkap pula alasan lain mengapa makanan bakteri mampu menjadi rahasia umur panjang seseorang.
Kandungan metabolit mikroba yang dihasilkan bakteri juga dapat mempengaruhi otak dan hal ini berimbas pada pola perilaku makan kita, melansir dari riset Kirsten Berding dkk dalam jurnal Adv Nutr (2021).
Itulah mengapa tren mengonsumsi makanan bakteri atau fermentasi ini dapat terlihat dari para pelaku diet. Pasalnya mereka juga berupaya menjaga proses metabolisme tubuh tetap sehat demi berat badan turun dan stabil. Lantas, makanan bakteri apa saja yang dapat kita konsumsi?
Makanan bakteri yang paling familiar di kehidupan masyarakat Indonesia adalah tempe.
Tempe dipercayai secara medis mampu memperbaiki kesehatan pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit.
Tentunya bagi Anda yang menyukai tontonan Drama Korea sering melihat kebiasaan makan kimchi di negaranya.
Baca Juga: Istimewa! Proyek Jalan Sleman-Gunungkidul Senilai Rp500 Miliar Tak Hanya Didanai APBN
Sayuran sawi yang difermentasi dengan bumbu pedas asam ini juga masuk ke dalam daftar makanan bakteri.
Miso, acar bawang, cuka sari apel, kombucha, yogurt, asinan kubis, keju berlabel probiotik, hingga zaitun termasuk pula dalam daftar makanan fermentasi yang direkomendasikan untuk kita menjadi asupan sehat demi meraih umur panjang.***