dr Zaidul Akbar Bocorkan Cara Alami Detox Tubuh, Bisa Beri Efek Bahagia Sekaligus Basmi Segala Penyakit


inNalar.com –
dr Zaidul Akbar, seorang dokter dengan spesialisasi keahlian pengobatan herbal, membocorkan rahasia detox tubuh secara alami yang juga disepakati oleh dunia medis ampuh untuk membasmi segala penyakit.

Cara detox tubuh yang dibeberkan dr Zaidul Akbar ini sebenarnya sering dilakukan oleh muslim, bahkan rutin diamalkan minimal setiap satu tahun sekali.

Riset medis pun sepakat bahwa detox tubuh dengan cara yang alami ini pun tidak hanya manjur untuk mengobati banyak penyakit, tetapi juga memberikan efek bahagia bagi orang yang mengamalkannya.

Baca Juga: Akses Jalan Minim, Daerah Ini Bakal Caplok 4 Wilayah di Kabupaten Malinau Demi Jadi CDOB Kalimantan Utara

Cara yang dibeberkan sang praktisi kesehatan ini sangat mudah dilakukan dan tidak perlu biaya mahal untuk bisa mengamalkannya.

Kita hanya cukup menggunakan tubuh untuk mulai menstimulasi detoksifikasi tubuh.

Lantas, apa cara manjur tersebut dan bagaimana orang yang melakukannya bisa sehat tanpa penyakit sekaligus bahagia?

Baca Juga: Disokong Rp20,7 Miliar, Jembatan Gantung Terbesar di Indramayu Bikin Pergerakan Warga Makin Gesit

dr Zaidul Akbar membeberkan bahwa raga dan jiwa adalah kedua hal yang saling terhubung.

Diungkap oleh dr Zaidul Akbar bahwa ketika satu amal itu terungkap memiliki pahala yang sangat besar maka pasti amalan itu juga memiliki efek yang sangat luar biasa ke tubuh kita, melansir dari tayangan resmi YouTube-nya.

Diungkap olehnya, cara alami detox tubuh tanpa harus kuras kantong tetapi ampuh membasmi segala penyakit yang dimaksudkan adalah aktivitas puasa.

Baca Juga: Tak Harus Nasi Putih, Makanan Pertama Nabi Adam Ini Juga Baik untuk Kesehatan Kata dr Zaidul Akbar

Banyak yang puasa dapat menjadi cara alami detoksifikasi tubuh, tetapi jarang orang menyadari bahwa aktivitas menyehatkan ini dapat membawa kita pada rasa bahagia.

Apabila tubuh dibiasakan untuk melakukan sahur dan buka puasa, muncul perasaan kendali diri yang dapat membuat orang yang berpuasa tahan godaan terhadap makanan yang kurang menyehatkan tubuh, ungkap dr Zaidul Akbar.

Disebutkan pula olehnya, detox tubuh dengan cara puasa ini dapat menjadi cara paling aman dan bermanfaat bagi penderita kanker.

Baca Juga: Ciputra Rogoh Rp72 Miliar, Realisasikan Hunian Paling Modern di Yogyakarta untuk Kaum Milenial dan Gen Z

Maka jangan heran, puasa menjadi inspirasi metode diet intermittent fasting yang kini semakin dikenal dunia tidak hanya kaum muslim saja.

Melengkapi dari apa yang disampaikan dr Zaidul Akbar, peneliti Yiren Wang dan Ruilin Wu berhasil mengungkap pengaruh puasa terhadap metabolisme dan kesehatan mental seseorang.

Studi yang baru diterbitkan pada 5 Januari 2022 melalui Dis Markers, detox tubuh dengan puasa mampu memunculkan beberapa emosi bahagia. Apa saja kah itu?

Baca Juga: BRI Tingkatkan Kapasitas Usaha Klaster Rumput Laut di Dusun Semaya, Nusa Penida

Emosi bahagia dapat muncul setelah seseorang mampu konsisten berpuasa dalam jangka waktu yang lebih lama, sebagaimana Allah perintahkan muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan selama satu bulan.

Terungkap dalam studi, bagi mereka yang melaksanakan puasa dengan keyakinan agama yang kuat ditambah dengan periode waktu puasa yang cukup panjang seperti saat Ramadhan dapat memberikan tiga efek positif dalam psikologis tubuhnya.

Detox tubuh puasa mampu memunculkan rasa puas sebagai penghargaan dirinya sendiri, timbul rasa bangga atas pencapaian keberhasilannya melalui proses berpuasa, hingga tertanam rasa kendali diri dalam urusan makan.

Bahkan disebutkan bahwa perasaan bahagia tersebut bisa bertahan dalam diri selama berbulan-bulan.

Namun dilaporkan pula dalam studi tersebut bahwa bagi mereka yang berpuasa tetapi tidak disertai keyakinan agama yang kuat atau terpaksa maka efek psikologis yang muncul akan berbeda.

Emosi seperti kecemasan, rasa mudah tersinggung, kelelahan, dan ketegangan justru yang akan muncul.

“Secara keseluruhan, puasa dapat mengaktifkan mekanisme resistensi stres seluler yang melindungi diri sendiri untuk mengatasi efek yang berpotensi membahayakan dari peningkatan glukokortikoid dan katekolamin,” dikutip dari penelitian berjudul “The Effect of Fasting on Human Metabolism and Psychological Health” dalam Disease Markers.

Mudahnya, aktivitas yang rutin dilaksanakan oleh seorang muslim minimal setahun sekali ini dinilai mampu menurunkan hormon stres, itulah mengapa puasa dapat meningkatkan efek positif baik fisik dan mental seseorang.

Lebih lanjut, aktivitas makan berlebihan akan mengaktivasi neuroendokrin kronis, yang mendorong degenerasi neuronal dan mengganggu neurogenesis.

Mudahnya, makan berlebihan dapat mengganggu kinerja hormonal tubuh sehingga bisa merusak sel otak dan berujung memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental seseorang.***

Rekomendasi